Enggak Dosa, Kok Punya Kartu Kredit

By on 27 Juni 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.906 kali
Kartu Kredit

Seminar tentang pengelolaan keuangan yang saya sampaikan baru berjalan 15 menit ketika seorang ibu menunjukkan tangan sebagai pertanda keinginannya untuk mengajukan pertanyaan.

“Pak, saya mau bertanya tentang kartu kredit nih, bisa enggak? Kartu kredit itu berbahaya dan sangat menjebak, kenapa sih diciptakan?”

Sambil sedikit terkejut saya menjawab dengan diplomatis :“Wah ibu pasti pecinta kartu kredit ya, sampai enggak sabar menunggu session utang dibahas.”

Masalah kartu kredit di Finansia Consulting tempat saya berkarya sebagai financial planner bersama beberapa rekan adalah kasus tertinggi kedua yang kami tangani untuk klien di bawah perencanaan pensiun dan di atas perencanaan pendidikan anak. Jadi sepertinya kartu ini sedang “naik daun” akhir-akhir ini.

Kartu kredit dan masalahnya

Beberapa waktu lalu kita dihebohkan  dengan adanya kasus meninggalnya seorang nasabah kartu kredit karena dugaan dianiaya. Di satu sisi kita bisa lihat bahwa ternyata kartu ini bisa membuat petaka bagi pemegang atau pemiliknya. Tapi saat anggota keluarga kita sakit, dan kita tidak memegang uang tunai, ketika kita keluar negeri dan harus membayar sesuatu saat uang tunai kita tidak di tangan maka kartu ini sangat membantu. Dengan gesekan halus, selesailah masalah kita dengan kewajiban pembayaran. Jadi memang kalau mau dilihat masalah kartu ini bias menjadi masalah, tapi bisa juga membantu lo.

Kenapa ia bermasalah?

 Sebenarnya beberapa hal yang harus kita ketahui kenapa kartu ini berpotensi menjadi masalah :

1.    Bunga yang tinggi.

Kartu kredit memang mengenakan bunga yang tinggi. Besaran beban yang harus kita tanggung sebesar 3,5% – 4,5% per bulan. Sepertinya enggak besar sih kalau dihitung dari 100 ribu berarti hanya maksimal 4.500 saja. Tapi kalau dihitung tahunan, berarti besarnya adalah 54% per tahun, dan kalau dihitung dari angka 10 juta berarti beban kita 450 ribu per bulan. So angka tadi enggak kecil lagi kan.

2.    Bunga berbungan.

Saat ini masih diterapkan pengenaan  bunga berbunga. Artinya jika bunga yang harus kita bayarkan lebih besar dari pembayaran kita, maka sisa beban bunga tadi menjadi beban bunga baru bagi utang kita berikutnya. Jadi jangan heran bila beban kita makin lama makin besar (Syukurlah aturan ini rencananya akan direvisi agar tidak diterapkan bunga berbunga).

3.    Biaya.

Walaupun biaya pasti dikenakan di setiap transaksi yang berhubungan dengan perbankan dan produknya, namun di kartu kredit biaya ini cukup banyak dan besar.  Bila kita ingin mengambil tunai, biaya lebih besar dibandingkan pembelanjaan. Bila kita menggunakannya di luar negeri, biaya yang kita tanggung menjadi lebih tinggi lagi dan lebih beragam  karena sering dikenakan biaya selisih kurs dan biaya penggunaan di luar negeri. Biaya, biaya dan biaya lagi.

Dengan beberapa penggambaran di atas saja memang enggak salah dan tidak mengherankan sebagian orang mungkin anti dengan kartu ini. Membayangkan akibat yang bisa ditanggung bila kita menggunakannya cukup menyeramkan. Hanya saja masalahnya apakah kekurangan dan masalah di kartu kredit ini menjadikan kita antipati terhadap produk ini?

Jangan menyalahkan si alat

 Saya selalu mengatakan bahwa produk diciptakan sebagai alat. Jadi harus diketahui bahwa dalam setiap penciptaan memang selalu berusaha dibuat makin sempurna, tapi tetap saja sebagai alat ia memiliki kelemahan yang harus kita waspadai. Saya selalu mengatakan untuk mengantisipasi kelemahan tadi kita harus memandang kartu kredit dari sisi kelebihannya dan menjadikan kelebihan tadi  sebagai keuntungan yang bisa membantu kita mencapai tujuan atau menyelesaikan masalah kita. Oleh karenanya, agar tetap aman dalam penggunaan kartu ajaib ini, ketahui kelebihannya dan jangan  lupa gunakan dengan bijak.

Kelebihan kartu ajaib ini antara lain :

 1.    Kita bisa menggunakan dana bebas selama lebih dari 30 hari.

Bila kita bisa menggunakannya pada saat  yang tepat, yaitu menggunakannya sesudah tagihan dicetak atau tanggal cetak,  maka kita bisa optimal menggunakan pinjaman tadi bahkan  bisa mencapai lebih dari 40 hari tanpa bunga dengan syarat membayarnya penuh saat tagihan datang.

2.    Fasilitas diskon dan potongan harga.

Kelebihan lain yang sering ditawarkan adalah potongan harga. Bila kita membutuhkan sebuah barang dan kebetulan dengan menggunakan kartu kredit kita mendapatkan potongan, maka hal tersebut adalah kelebihan yang menjadi keuntungan bagi kita.

3.    Bunga 0% Pernah mendapatkan tawaran ini?

Ini tawaran menggiurkan untuk mendapatkan barang konsumtif karena dengan adanya bunga 0% maka kita membayar barang tadi sesuai dengan nilainya. Sebab dengan adanya bunga 0% berarti nilai uang yang kita bayarkan akan terus menurun searah dengan penurunan nilai asset atau barang tadi. Namun bagaimanapun juga, kelebihan tadi bila tidak digunakan dengan bijak tetap akan menjadikan masalah di masa datang. Sebab kekurangan seperti yang kita bahas di atas memberikan dampak sangat besar dan berpotensi menimbulkan masalah.

Untuk itu :

 1.    Gunakan untuk kebutuhan dan pengeluaran mendesak. Gunakan kartu kita hanya untuk tujuan yang sifatnya adalah kebutuhan dan sesuatu yang mendesak harus dikeluarkan.

2.    Usahakan untuk lunas. Sebenarnya kartu ini diciptakan sebagai sarana pengganti uang tunai, jadi sebelum menggunakan seharusnya kita punya dana untuk membayarnya  atau minimal yakin akan ada dana yang masuk untuk menyelesaikannya.

3.    Minimal 30 bukan 10. Sekalipun kita diperbolehkan membayar minimal 10%, saran saya jangan gunakan fasilitas ini, tapi minimal bayarlah 30% sehingga utang kita tidak menjadi masalah yang berkepanjangan.

Jadi enggak harus takut dengan kartu kredit ya, dan sadari penggunaan  yang bijak akan membuat kita aman secara keuangan. Satu lagi, punya kartu kredit enggak dosa kok…..

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.