Emas Menguat, Di Topang Oleh Masih Berlangsungnya Ketegangan Geopolitik

By on 21 Juli 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.689 kali
emas dollar

Emas – Emas menguat di London, setelah kerugian mingguan pertama dalam tujuh pekan terakhir, seiring investor mempertimbangkan ketegangan di Ukraina dan Gazaterhadap outlook untuk tingginya suku bunga di AS.

Emas tergelincir sebesar 2.1% pada pekan lalu seiring dollar naik ke level tertinggi dalam empat pekan terhadap serangkaian mata uang utama dan ketua Fed Janet Yellen mengatakan bahwa suku bunga dapat naik lebih cepat dari perkiraan. Emas merosot sebesar 28% pada tahun lalu atas ekspektasi the Fed akan mengurangi stimulus moneter.

Gejolak di Ukraina dan Timur Tengah telah membantuemas rebound sebesar 9.4% pada tahun ini. Presiden Rusia Vladimir Puttin saat ini sedang menghadapai tekanan internasional yang cukup intensif setelah para pemberontak pro-Rusia di salahkan atas di kecelakaan pesawat penumpang pada tanggal 17 Juli lalu, yang telah membunuh 298 orang di dalam kecelakaan tersebut. Sebuah serangan darat di Gaza telah memasuki fase yang cukup kritis setelah pertempuran selama dua pekan antara tentara Palestina dan Israel.

“Di saat kondisi ekonomi AS terus bangkit dan permintaan fisik di Asia masih buruk, kami merasa bahwa perkembangan geopolitik saat ini hanya itu faktor yang paling memungkinkan untuk mendukung emas dalam jangka pendek,” kata Abhisek Chincalkar, seorang analis di  AnandRathi Commodities Ltd., di Mumbai dalam laporan hari ini. “Kami perkirakan pergerakan emas akan terkena dampak secara ketat pada bagaimana perkembangan geopolitik terjadi.”

Emas pada hari ini menguat sebesar 0.3% menjadi $1.314/onz, pada saat ini emas bergerak di kisaran $1.313 pada pukul 16.10 wib. Penurunan emas pada pekan lalu akhiri reli terpanjang kenaikan mingguan pada emas sejak bulan Maret.