Emas Fluktuatif Di Tengah Kondisi Geopolitik Dan Arus Keluar di SPDR

By on 11 Agustus 2014 | Artikel ini Sudah di baca 1.093 kali
Goldandmoney

Emas – Emas bertahan di bawah level tertinggi dalam tiga pekan seiring investor mempertimbangkan ketegangan di Timur Tengah dan Ukraina, selain itu juga mempertimbangkan aset di bursa ETF yang di tutup dengan mengalami koreksi mingguan terbesar dalam tiga bulan terakhir.

Emas pada saat ini di perdagangkan di kisaran $1,307/onz pada pukul 09.21 wib dari $1,309 pada tanggal 8 Agustus lalu. Logam mulia naik pada hari Jumat ke level $1,322.76, itu adalah level tertinggi sejak 18 Juli, setelah Presiden AS Barack Obama berikan otorisasi serangan udara di Irak, yang mana itu telah meningkatkan permintaan untuk aset safe haven.

Emas naik sebesar 1.2% pada pekan lalu,  hentikan kerugian selama tiga pekan sebelumnya yang mana itu adalah pelemahan terpanjang sejak bulan September lalu, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Ukraina. Tentara Israel dan para milisi di Jalur Gaza mulai mengamati gencata senjata lainnya di Mesir, sementara itu militer Ukraina menolak tawaran dari pemberontak pro-Rusia pada gencatan senjata dan permintaan untuk mereka menyerah.

“Meskipun tampaknya kecemasan seolah-olah memudar, selama resiko geopolitik masih menjadi latar belakang, emas akan terus di dukung,” kata Zhu Siquan, seorang analis di GF Futures Co., di Guangzhou, China. “Kita akan dapatkan beberapa aksi beli pada berita-berita tersebut namun kita tidak akan melihat minat yang besar dari investor, sebagaimana di buktikan pada arus keluar di SPDR.”

Kepemilikan di SPDR Gold Trust turun sebesar  0.2% menjadi 795.86 metril ton pada tanggal 8 Agustus. Untuk pekan ini, kepemilikan berkontraksi sebesar 0.8%, itu adalah penurunan terbesar sejak periode yang berakhi 2 Mei, dan berada di bawah level dimana mereka berakhir pada akhir tahun lalu.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.