Dua Pandangan Tentang Peran Emas

By on 24 September 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.386 kali
Emas

Investasi Emas – Sudahkan Anda mendengar tentang pandangan umum terhadap emas? Terdapat dua pandangan umum tentang emas yang mungkin dapat menambah pengetahuan Anda dan dapat membuat Anda merenung di pandangan manakah Anda berdiri.

Pandangan pertama adalah bahwa pasar bersifat bebas. Standar emas dipandang sebagai produk dari pertukaran sukarela. Penegakan negara atas hukum-hukum kontrak mengarah pada pengembangan komoditas uang. Komoditas pada umumnya  adalah emas atau perak. Apapun komoditas portable yang  diakui secara luas, dibagi, dan memiliki nilai tinggi dalam hal berat dan volume dapat berfungsi sebagai uang. Namun emas dan perak adalah pemenang umum dalam kompetisi pengganti uang. Oleh karena itu uang awalnya bukanlah produk dari aksi negara. Uang adalah produk dari pertukaran sukarela. Ini adalah pandangan dari ekonom Austrian School: Mises, Rothbard, Hayek

Pandangan lain yang berhubungan dengan emas berpendapat bahwa uang adalah produk dari deklarasi negara yaitu, pengumuman fiat. Uang adalah segala sesuatu yang dikatakan negara terkait. Ini telah menjadi pandangan hampir semua pemerintah di hampir semua  negara dari awal mata uang pada abad keenam Sebelum Masehi. Emas negara standar dapat diperpanjang sebagai akibat dari penaklukan militer. Bangsa yang menang mencuri dan menimbun emas dari bangsa yang dikalahkan. Di saat kerajaan  berkembang, standar emas mungkin meningkat. Ketika kerajaan  surut, emas ditinggalkan pula.  Yah ini cerita ketika Ken Arok belum punya kesempatan jadi presiden dengan kendaraan yang dipunyai paling banter kuda, tak dapat dimodifikasi. Coba banyangkan kalau kuda dimodifikasi! Mau diceperin dikit, kakinya dipotong? Pengen tau kecepatan larinya, pasang speedometer di moncongnya? Larinya kurang kenceng disuruh minum bensin premium? Hahahaha.

Biaya kerajaan mengarah pada penurunan nilai mata uang. Pernyataan Keynes bahwa emas datang di awal 1920-an, ketika kerajaan Inggris mulai kurang berkuasa dan ketika Perang Dunia I telah hampir membuat pemerintah Inggris bangkrut sementara Perang Dunia II akan menyudahi  Kerajaan Inggris. Kutipan terkenal Lenin pada emas adalah bahwa emas suatu hari nanti akan digunakan untuk saluran kencing publik. Namun itu rupanya menjadi ramalan yang paling tidak, tidak terjadi pada semua negara, dan mungkin hanya terjadi pada negara-negara komunis. Di bawah komunisme, penyiksaan adalah umum untuk memaksa orang-orang menyerahkan emas mereka kepada negara.

Barbarisme dimulai pada abad kedua puluh ketika Perang Dunia I pecah pada tahun 1914. Dalam beberapa minggu, bank-bank komersial menangguhkan kemampuan redeem emas. Pemerintah yang  berwenang kemudian meminta bank sentral mereka menyita emas dari bank-bank komersial. Tingkat barbarisme yang dihasilkan perang tidak mungkin dicapai dengan memiliki standar emas telah berlaku. Masyarakat akan dilucuti oleh bank emas publik. Pemerintah harus datang untuk berdamai dengan musuh. Itulah alasan mengapa standar emas membuat barbarisme modern menjadi semakin terjangkau. Nah, Anda termasuk pengikut pandangan yang mana?

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.