Dollar AS Melemah

By on 28 Oktober 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.771 kali

Mata uang dollar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Pasar menanti pertemuan dewan moneter The Federal Reserve (FOMC Meeting) yang digelar Rabu besok.

Mengutip data Bloomberg, Senin (27/10) pukul 16.30 WIB, pasangan GBP/USD naik 0,16% dibandingkan hari sebelumnya menjadi 1,6115. Pairing EUR/USD naik 0,15% menjadi 1,2690. Sedangkan USD/JPY turun 0,29% menjadi 107,850.

Gunawan Sutanto, Kepala Divisi Pengembangan Phillip Futures Indonesia, mengatakan, kenaikan pasangan GBP/USD terjadi karena pasar sedang fokus menunggu pertemuan The Fed untuk membahas kebijakan moneternya. “Pasar sedang menunggu apakah The Fed akan membicarakan kenaikan suku bunga acuan,” kata dia.

Gunawan memperkirakan, poundsterling masih akan menguat terhadap dollar AS hingga diumumkannya hasil pertemuan dewan moneter The Fed. Pasalnya, tak banyak katalis yang bisa mempengaruhi pergerakan pasangan mata uang ini.

Zulfirman Basir, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan, pasangan EUR/USD bergerak menguat, tapi cenderung konsolidasi. Senada, ia menduga penguatan ini terjadi lantaran pasar sedang mewaspadai pertemuan The Fed. Selanjutnya, Firman memperkirakan, pasangan mata uang ini masih cenderung melemah.

Maklum, terdapat 25 bank di kawasan Eropa yang tidak lulus stress test yang digelar oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Ini menujukkan bahwa tekanan ekonomi Eropa masih sangat berat. “Namun pergerakan EUR/USD akan cenderung konsolidasi,” ujar Firman.

Sedangkan Nizar Hilmi, analis SoeGee Futures, menyatakan, pasangan USD/JPY bergerak turun setelah pekan lalu ditutup flat. Kendati turun Nizar menilai, pergerakan pasangan ini masih konsolidasi hingga pertemuan The Fed digelar Rabu besok.

Menurut Nizar, pasar sedang mewaspadai apa yang selanjutnya dilakukan The Fed setelah pembelian obligasi sebesar US$ 15 miliar dihentikan akhir bulan ini. “Jadi, bukan penghentian quantitative easing ini yang diwaspadai, tapi kebijakan selanjutnya yang akan dilakukan The Fed,” tutur Nizar.

Menurutnya, di jangka menengah hingga panjang, pasangan USD/JPY masih dalam tren penguatan, mengingat perekonomian AS tercatat cukup bagus. Ini mengindikasikan kenaikan suku bunga segera terjadi. Namun, di jangka pendek dollar AS versus yen masih akan bergerak konsolidasi. Jika AS hari ini mengumumkan hasil bagus, maka pasangan mata uang tersebut akan menguat terbatas. “Jika data spending home sales bagus, dollar AS akan menguat terbatas, tapi cenderung konsolidasi,” tuturnya.

 

 

 

 

Sumber: KONTAN