Dollar AS Melemah Di Tengah Komentar Janet Yellen

By on 26 Februari 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2.778 kali

Faktor yang Menggerakan USDBerita – Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah komentar “dovish” Ketua Federal Reserve Janet Yellen tentang penaikan suku bunga pada kesaksian hari keduanya di Komite Jasa Keuangan.

Yellen menekankan pada Rabu bahwa bahkan jika saatnya tiba untuk mulai menaikkan suku bunga, “Kami akan terus memberikan banyak dukungan bagi perekonomian dan memastikan bahwa kami akan terus melihat pasar pekerjaan baik yang terus membaik dari waktu ke waktu,” lapor Xinhua.

Pada Selasa, Yellen mengatakan kepada Komite Perbankan Senat pada kesaksian hari pertamanya bahwa bank sentral akan tetap sabar dalam kenaikan suku bunga, yang berarti kenaikan tidak mungkin pada setidaknya beberapa pertemuan kebijakan Fed berikutnya.

Greenback berada di bawah tekanan untuk hari kedua setelah pernyataan Yellen itu. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, turun 0,29 persen menjadi 94,223 pada akhir perdagangan.

Di sisi ekonomi AS, penjualan rumah keluarga tunggal baru pada Januari, berada pada laju tahunan 481.000 lebih baik dari yang diharapkan, berhasil mempertahankan kenaikan besar Desember, menurut perkiraan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan pada Rabu.

Permohonan kredit pemilikan rumah (hipotek) naik lima persen disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 20 Februari dari minggu sebelumnya, Mortgage Bankers Association melaporkan pada Rabu pagi.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik ke 1,1356 dolar dari 1,1338 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5526 dolar dari 1,5455 dolar. Dolar Australia naik menjadi 0,7889 dolar dari 0,7826 dolar.

Dolar AS dibeli 118,86 yen Jepang, lebih rendah dari 118,93 yen pada sesi sebelumnya. Greenback turun tipis ke 0,9475 franc Swiss dari 0,9501 franc Swiss, dan menurun menjadi 1,2429 dolar Kanada dari 1,2508 dolar Kanada.

 

 

Sumber: ANTARANEWS