Dampak Politik Pada Investasi Emas

By on 11 Juni 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.210 kali
Emas & Politik

Investasi Emas – Dampak politik pada investasi emas berarti bahwa pemerintah dapat mengubah peraturan perundang-undangan yang dapat membahayakan investasi Anda dalam bentuk emas. Intervensi pemerintah ini bisa terjadi di negara investor atau di negara lain. Keduanya akan berdampak pada harga emas.

Pertama, Larangan Kepemilikan Emas
Sangatlah masuk akal bahwa pemerintah melarang kepemilikan emas dan membutuhkan pemegang emas untuk menjual asset mereka kepada pemerintah dengan harga yang tetap. Pada tahun 1934, Presiden Amerika Franklin Delano Roosevelt mengesahkan undang-undang yang mengilegalkan kepemilikan emas. Pengecualian terjadi hanya apabila kepemilikan emas adalah  untuk keperluan industri dan artistik . Harga emas  pada saat itu tetap di kisaran US $ 20,67 untuk emas seberat satu ons. Kongres AS meloloskan undang-undang ini untuk mencegah emas swasta untuk menjadi pesaing mata uang. Kepemilikan emas untuk  warga negara biasa baru disahkan 39 tahun kemudian pada tahun 1973 oleh Presiden Gerald Ford.

Kedua, Nasionalisasi Tambang Emas
Politisi juga dapat menasionalisasi tambang emas atau perusahaan yang membayar pajak besar  yang memproduksi dan berdagang logam mulia ini. Pada tahun 2005 Chavez, presiden Venezuela mengumumkan penyitaan properti yang dimiliki oleh Crystallex , sebuah perusahaan pertambangan emas yang berbasis di Toronto. Maklumat ini menyebabkan penurunan nilai saham sebesar 50 % hanya dalam sehari , selain itu diberlakukan pengenaan pajak pada sejumlah perusahaan asing.

Ketiga, Harga Tetap Emas
1. Pemerintah bisa membatasi dan mengendalikan perdagangan emas dengan membatasi jumlah emas yang hendak dijual atau dengan menentukan harga tetap. Sebelum tahun 1972 harga emas baik secara langsung ( standar klasik emas) maupun tidak langsung ( Bretton Woods System) menetapkan nilai, dan nilai tukar rata-rata mata uang yang paling banyak digunakan bangsa-bangsa barat. Oleh sebab itu, pemerintah mereka menentukan harga tetap emas. Selama kurun waktu itu, tingkat emas tidak stabil yang mengakibatkan perdagangan dan spekulasi pada logam mulia ini menjadi tindakan yang sia-sia.

Walaupun  sekarang ini harga emas mengikuti hukum  pasar, pemerintah yang akan datang bisa saja mempergunakan sistem tingkat harga tetap emas sehingga mata uang nasional bisa dipatok dengan logam mulia ini. Atau pemerintah mungkin menetapkan bahwa perdagangan emas  adalah untuk tingkat rata-rata yang terlalu tinggi. Komisi Komoditas Futures Amerika sudah memegang kewenangan dalam mendikte apakah perdagangan untuk masa depan akan dihentikan atau dilanjutkan. Yang terjadi di Indonesiapun kurang lebihnya sama. Hal ini bisa berlaku pada emas berjangka. Bagaimana untuk mengantisipasi dan menghindari risiko pemerintah ini ?

2. Mungkin bijaksana untuk mendistribusikan cadangan emas pribadi ke beberapa negara, dalam kasus penyitaan.

3. Investor harus selalu memperoleh informasi yang terbaik tentang berita dunia yang dapat mempengaruhi harga emas.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.