Covered Calls, Solusi Saat Pasar Jatuh Atau Stagnan

By on 10 Desember 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.657 kali
Saham

Investasi Saham – Sungguh menakjubkan bagi kami bahwa tak banyak investor ritel memahami konsep menghasilkan arus kas dari posisi saham mereka. Ketika kami memberitahu orang-orang tentang konsep  panggilan tertutup /covered calls untuk menghasilkan penghasilan tambahan, lindung nilai posisi saham, dan mengatur disiplin menjual ketat, mereka menatap dengan pandangan seolah kami ini gila (Hehehe….padahal memang bener. Gila investasi.) Kami berkenalan dengan sebuah konsep yang dikenal dengan Masse Wealth Management.  Ide menulis panggilan tertutup /covered calls  adalah satu-satunya strategi option yang dapat Anda gunakan di sebagian besar perusahaan broker utama untuk investasi pensiun Anda. Alasannya adalah bahwa menulis panggilan tertutup /covered calls adalah strategi pilihan lain yang relatif sangat konservatif.

Strategi ini sangat mirip dengan menjual option pada real estat. Sebagai contoh, saya akan memberikan Rp. 100.000.000,00 sekarang, jika Anda mengizinkan kami untuk membeli properti Anda 6 bulan dari sekarang dengan harga yang ditetapkan. Jika saya memilih untuk tidak melakukan option kami, Anda menyimpan uang dan kami berjalan dengan cara kami.

Contoh: Dengan saham, jika kita membeli 1.000 saham MINYAK JELANTAH dengan harga Rp.100.000,00 per sahamnya dan saham tersebut memasuki harga Rp. 110.000,00 di bulan berikutnya. Kami dapat menjual pada seseorang option untuk membeli saham dari kami enam bulan dari sekarang pada harga Rp. 125.000,00. Untuk itu, pembeli option harus memberikan kami  sejumlah pertimbangan, mirip dengan contoh real estat di atas, mari kita asumsikan nilainya adalah .50 per saham atau Rp.5.000.000,00

Rp. 5.000.000,00 segera disetorkan ke rekening broker kami, namun  posisi option juga muncul pada statement  kami. Kami  tak  dapat  menjual saham sebelum 6 bulan kecuali kami  membeli kembali option di pasar terbuka. Dari hari ke hari harga option dapat berfluktuasi. Oleh karena itu, kami  biasanya memegang saham kami sampai saat akhir.

Enam bulan dari sekarang, dua hal dapat terjadi. Pertama, saham bergerak di atas Rp.125.000,00 dan orang tersebut meminta kami keluar dari posisi, yang dengan  senang hati kami lakukan karena kami  membelinya di nilai Rp. 100.000,00. Kedua, saham telah menurun di bawah Rp.125.000,00 dan pemegang option  berpegang pada pilihan berharga. Pemegang option  tidak akan menarik  saham dari kami pada Rp.125.000,00 ketika ia mungkin dapat membelinya di pasar terbuka pada harga Rp. 115.000,00. Kami  lantas memulai proses lagi dan menuliskan call lagi.

Mari kita periksa apa yang kami capai dengan strategi ini:
1. Kami  melindungi posisi kami  dengan tingkat perlindungan 5% atau Rp. 5.000.000,00
2. Kami menetapkan harga jual yang ketat dengan harga Rp. 125.000,00
3. Kami menghasilkan pendapatan yang bisa kami nikmati atau kami investasikan kembali.

Kami tak dapat mengatakan betapa strategi ini telah membuat kami cukup bahagia. (Diiiih seperti ketemu artis idola!)  Strategi ini telah membantu menjaga kami  supaya tetap eksis di pasar yang tak terduga ini.

Seorang teman baik kami adalah seorang programmer komputer. Dia juga berbagi semangat untuk menulis panggilan tertutup/covered calls dan telah menulis sebuah program yang dalam pengujian beta. Sejauh ini, program ini telah menyelamatkan waktu berjam-jam penelitian kami  dan telah mempersempit fokus kami menjadi sebuah daftar pendek dari 5-10 saham sumber daya alam untuk menambah portofolio kami tiap triwulanan. Sebagai pengingat, pastikan Anda “tahu apa yang Anda miliki” dan berkonsultasilah dengan profesional atau penasihat sebelum menginvestasikan uang yang yang telah susah-susah Anda dapatkan.

 

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.