Cara Mengakali Agar Dompet Tak Menipis Terkena Dampak Rupiah Melemah

By on 31 Maret 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2.905 kali

Cara Mengakali Agar Dompet Tak Menipis Terkena Dampak Rupiah MelemahPerencanaan Keuangan – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, masih melemah di level Rp13.000. Bahkan, pada perdagangan Senin 30 Maret 2015, rupiah berada di Rp13.075 per dolar AS.

Kenaikan harga dolar yang signifikan memicu kenaikan harga barang di berbagai sektor, terutama pangan. Bagi ekspor, kenaikan dolar menjadi berkah. Namun, mereka yang bergantung pada sektor impor harus gigit jari menanggung kerugian yang cukup besar.

Saat ini, produk pangan Indonesia, seperti beras dan kedelai, yang merupakan makanan pokok di Indonesia, didapat dari impor.

Untuk informasi Anda, beras dan kedelai dipergunakan sebagai bahan beraneka makanan olahan. Mulai tempe, tahu, kecap, hingga bubur ayam yang jadi sarapan pagi kaum urban. Naiknya harga dolar membuat harga makanan yang murah meriah tersebut bisa ikut naik.

Nah, di tengah menurunnya nilai jual rupiah, bagaimana caranya supaya kita memperoleh ketahanan pangan yang menguat, sekaligus menahan laju inflasi dompet bulanan Anda?

Silahkan pelajari beberapa tips dan triknya di bawah:

Pakai produk dalam negeri, lokal juga tidak kalah keren

Tahukah Anda, kalau selain beras dan kedelai, kita juga mengimpor tepung terigu. Pernahkah berpikir daripada membeli produk impor, lebih baik kita membeli bahan makanan ke petani lokal?

Selain mendukung produksi petani sendiri, harga yang Anda dapat pastinya lebih murah, karena berasal dari tangan pertama.

Makanan lain yang bisa Anda peroleh dari produsen lokal, antara lain telur dan daging ayam, juga susu sapi.

Membeli langsung kepada peternak lokal juga mengurangi risiko tertular penyakit dari daging impor. Ayo segera datangi petani dan peternak lokal di daerah Anda.

Tanam sendiri bumbu yang Anda perlukan

Anda masih memiliki sebidang tanah yang tidak dipergunakan di dekat rumah?

Untuk menghemat anggaran, ada baiknya tanah yang tak terpakai itu ditanami bumbu dapur yang biasa Anda pergunakan, seperti cabai, tomat, daun pandan, jeruk nipis, daun bawang, kunyit, dan lainnya.

Konsep ini, sebenarnya selaras dengan program TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang dulu dipopulerkan oleh ibu-ibu PKK. Daripada membeli, lebih baik Anda menanamnya sendiri.

Selain ramah di kocek, ramah juga bagi kesehatan. Bahkan, kalau hasil cocok tanam Anda berlebih, Anda dapat menjualnya ke tetangga sekitar.

Kalau Anda kekurangan sebidang tanah di rumah, pergunakan pot yang dibuat dari kemasan minuman bekas, kaleng bekas bumbu dan susu bubuk yang tidak dipergunakan lagi. Bercocok tanam di rumah tidak membutuhkan banyak modal kok.

Bahkan, bibit tanaman bisa langsung Anda dapatkan dari sisa makanan sehari-hari.

Pergunakan promo kartu kredit, atau kartu belanja

Banyak swalayan besar maupun kecil di Indonesia menerbitkan kartua nggota bagi Anda yang berbelanja di toko tersebut.

Keuntungan dari menjadi anggota pusat perbelanjaan tersebut adalah fasilitas cashback, diskon, hingga berbagai undian menggiurkan.

Bayangkan berapa rupiah yang bisa Anda simpan untuk pembelian bahan-bahan pokok bulanan Anda.

Bahkan, ada hari khusus diskon produk tertentu di berbagai swalayan, seperti hari Kamis untuk daging ayam, Rabu untuk diskon sayuran segar, Jumat untuk susu dan popok bayi murah, hingga diskon produk-produk lainnya.

Tak jarang, sebagai imbalan untuk menjadi pelanggan yang loyal, swalayan langganan Anda memberikan voucher pembelian saat mereka merayakan acara tertentu, seperti ulang tahun toko.

Gandakan persediaan

Menimbun itu adakalanya bagus, terutama saat ada diskon.

Jenis barang-barang yang bisa Anda timbun adalah yang masa kadaluarsanya cukup lama, seperti sabun, pasta gigi, detergen, hingga gula pasir.

Jangan menimbun terlalu banyak, secukupnya saja, maksimal dua kali kebutuhan mingguan.

Persediaan yang tidak terlalu berlebihan setidaknya membuat keuangan Anda tetap stabil. Logikanya, dengan menimbun produk pada bulan ini, pada bulan depan tersisa anggaran untuk ditabung.

Ingat, jangan sampai godaan untuk menggandakan persediaan dan diskon produk membuat Anda gelap mata dan belanja tanpa kendali.

Lebih kreatif dengan mengakali bumbu masak

Kalau memang dompet Anda kembang kempis untuk membeli minyak zaitun sebagai pelengkap resep masakan dari koki favorit, sudahlah, pergunakan minyak sayur yang lebih murah dan mudah didapat.

Jangan mempersulit diri. Ada kalanya masakan Anda harus diubah sedikit komposisi bumbunya sehingga sesuai dengan anggaran keuangan yang sedang Anda terapkan.

Rasanya memang akan sedikit berbeda, namun gizinya tetap seimbangkan.Tinggalkan dulu bumbu-bumbu impor yang mahal dan susah Anda dapatkan.

Cara lain dalam menghemat belanjaan Anda adalah mengatur jadwal memasak menu daging atau menu mewah di rumah Anda.

Kalau biasanya Anda seminggu tiga kali menghidangkan daging atau menu mewah di rumah, ada baiknya Anda menguranginya menjadi dua kali saja dalam seminggu.

Belanja bumbu dan bahan makanan lainya dapat ditekan dengan mengubah menu mingguan.

Ada banyak cara mengemat dana belanja Anda. Semakin Anda kreatif maka akan semakin banyak celah yang bisa Anda akali dalam menghemat uang belanja.

Selamat mencoba tips belanja kami. Semoga bermanfaat.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh HaloMoney