Berapa Biaya Untuk Bertahan Hidup Sebagai Perantau di Jakarta?

By on 17 Maret 2015 | Artikel ini Sudah di baca 3.411 kali

Bertahan Hidup Di JakartaPerencanaan Keuangan – Saat ini pengeluaran untuk kehidupan sehari-hari sangatlah besar, terkadang gaji yang kita peroleh selalu dirasa kurang, karena pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Hal tersebut diakibatkan karena kenaikan BBM, harga gas, sehingga memicu kenaikan harga bahan pokok makanan. Dan tentunya juga dipengaruhi oleh melemahnya uang rupiah terhadap dollar sehingga mengakibatkan kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin membengkak. Apalagi bagi perantau yang mencari sesuap nasi di jakarta.

Tahukah Anda jika kebutuhan hidup perantau di jakarta pasti lebih besar daripada di kota lain. Hal tersebut dikarenakan di jakarta harga makanan lebih mahal dan mencari tempat tinggal yang murah sangat susah dibandingkan harus hidup di kota asal. Sehingga, walaupun memiliki gaji yang besar namun tidak bisa memanajemen keuangan, pasti akan besar pasak dari pada tiang atau lebih besar pengeluaran dari pada penghasilan. Karena itu, untuk menghitung kebutuhan pendapatan yang obyektif, kita harus menghitung berapa kebutuhan hidup dasar bertahan hidup di Jakarta, kali ini dilihat dari perspektif seorang perantauan yang dikutip menurut perencana keuangan independen Ibnu Hajar Ulinnuha, cekaja.com:

Biaya tempat tinggal

Bila Anda adalah pendatang, maka kemungkinan besar Anda akan tinggal di rumah kos atau apartemen. Biaya kos dan apartemen di Jakarta sangatlah bervariatif, tergantung lokasi dan fasilitas yang ditawarkan.

Misalnya saja biaya rumah kos di daerah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang kisaran harganya antara Rp 1 juta – Rp 1,7 juta dengan fasilitas dengan kategori cukup. Sedangkan, bila Anda agak menjauh dari wilayah perkantoran Sudirman seperti ke daerah Slipi, Jakarta Barat, rentang harga tersebut sudah mendapatkan fasilitas yang cukup bagus.

Kisaran harga tersebut hanya sebagai gambaran saja, sebab ada pula rumah kos dengan biaya antara Rp 3 juta – Rp 7 juta perbulan.

Bagaimana cara berhemat? Anda dapat mengajak teman Anda untuk kos, atau menyewa rumah. Sebab, bila dibagi rata terkadang menyewa rumah bisa lebih murah. Sebagai acuan, harga sewa rumah tinggal berkisar antara Rp 750 ribu – Rp 2 juta per bulan.

Biaya makan

Bila Anda masih belum memiliki keluarga atau pasangan, tentunya tidak mau direpotkan dengan kegiatan memasak sendiri. Walaupun, bila dihitung itu lebih hemat. Ya, kebutuhan makan dan jajan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Biaya makan di Jakarta sangatlah bervariatif, bila dihitung mulai Rp 10 ribu – Rp 150 ribu rupiah sekali makan. Namun, rata – rata adalah Rp 20 ribu – Rp 35 ribu rupiah.

Untuk lebih berhemat, cobalah untuk membawa makan siang sendiri. Estimasi biaya makan siang per bulan adalah sekitar Rp 2,25 juta per bulan.

Biaya transportasi

Dengan menempati posisi ke-5 yang memiliki tingkat kemacetan tertinggi, bagi Anda yang pendatang, maka biaya transportasi di Jakarta akan memakan porsi yang cukup besar di struktur biaya bulanan. Biaya itu belum termasuk kelelahan psikologis untuk Anda menembus kemacetan setiap harinya.

Sekedar berhitung, biaya transportasi umum berkisar antara Rp 3.500 (menggunakan Transjakarta ), dan Rp 30 ribu – Rp 45 ribu bila Anda menggunakan taksi. Sedangkan, bila Anda membawa kendaraan sendiri, biaya bahan bakar dan tol bisa hingga Rp 200 ribu per minggu untuk kendaraan roda empat. Untuk motor, Rp 50 ribu – Rp 75 ribu per minggu. Namun, itu pun tergantung jarak yang Anda tempuh.

Bagaimana cara untuk berhemat? Sebagai pendatang, Anda bisa memiliki fleksibilitas memilih tempat tinggal yang dekat engan tempat kerja.

Sebagai estimasi, biaya transportasi per bulan berkisar antara Rp 400 ribu – Rp 3,6 juta rupiah per bulan.

Biaya Sosial, komunikasi dan pekerjaan

Biaya sosial, komunikasi dan pekerjaan bisa dijadikan satu karena mayoritas kegiatan networking dan sosialisasi biasanya akan berhubungan dengan peluang mendapatkan proyek baru atau pekerjaan.

Ketika Anda bersosialisasi di Jakarta, maka biaya tersebut akan dengan mudah menguras kantong Anda dengan pengeluaran minimal Rp 150 – Rp 500 ribu, untuk pertemuan dan makan malam biasa. Untuk urusan komunikasi; diantaranya termasuk biaya pulsa telepon, dan paket internet. Untuk dua hal ini biaya berkisar antara Rp 150 – Rp 500 ribu, paket internet Rp 300 ribu dalam satu bulan.

Bagaimana cara Anda untuk berhemat? Cobalah untuk berhitung dan membatasi kegiatan sosial di kafe dan mall , terkecuali kegiatan itu benar – benar berpotensi memberikan nilai tambah bagi bisnis atau pekerjaan Anda.

Dengan seluruh komponen biaya tersebut, bila semuanya dikalkulasi secara obyektif, maka kebutuhan dasar Anda di Jakarta dengan mudah akan membengkak. Belum lagi jika Anda memiliki komitmen untuk menyisihkan sekitar 10% penghasilan Anda untuk investasi, dan 10% untuk asuransi. Namun, yang harus di ingat adalah; berapapun gaji / pendapatan Anda, tidak akan pernah cukup jika Anda tidak memiliki disiplin keuangan yang baik, dan tahu bagaimana membesarkan kekayaan Anda.