Beli Rumah atau Mobil Dulu Ya?

By on 5 Desember 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.676 kali
Beli Rumah atau Mobil Dulu Ya

Perencanaan Keuangan – Saat ini tingkat kepemilikan mobil di Indonesia mulai menjamur, dapat Anda lihat di jalanan, mobil semakin banyak dan membuat kemacetan. Walau begitu tetap saja banyak orang yang membeli mobil, di samping harganya yang sekarang terjangkau dan juga yang lebih penting untuk mendukung mobilitas sehari-hari dan dapat meningkatkan karir. Begitupun dengan rumah, saat ini rumah semakin banyak, dari dibangunnya berbagai jenis perumahan kecil sampai besar. Peningkatan pembangunan rumah memang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia akan kebutuhan rumah karena rumah adalah kebutuhan pokok manusia. Kalau dipikir-pikir, keduanya sama penting. Jadi, mana yang harus dibeli lebih dahulu?

Finansial Planner, Mike Rini Sutikno punya pertimbangan yang bisa anda jadikan acuan sebelum membuat keputusan. Menurutnya tiap orang memiliki kasus yang berbeda, sehingga jawabannya bisa berbeda sesuai dengan kondisinya. “Orang yang single, atau single yang siap menikah, atau yang sudah berumahtangga, kondisinya akan berbeda di setiap kasus,” ujar perempuan berjilbab itu.

Meski demikian, Mieke tak menampik, jika dua pilihan itu seringkali menimbulkan dilema. Sama-sama dirasa perlu, tapi juga sama-sama mahal he he he … Menurut Mieke, untuk para lajang yang sangat fokus terhadap karir, tidak masalah jika membeli mobil terlebih dahulu jika memang itu sangat diperlukan untuk menunjang karir.

“Lajang yang masih sendiri dan belum punya pasangan bisa membeli mobil dulu. Karena mereka belum memikirkan rencana hidup selanjutnya. Mobil akan sangat membantu untuk menunjang karirnya. Apalagi kredit mobil jangka waktunya pendek. Hanya sekitar 3 tahun,” katanya.

Lain ceritanya jika Anda lajang tapi sudah memiliki calon suami atau istri. Pertimbangannya lebih kompleks.  “Kalau mau menikah harus sesuai dengan siklus hidup selanjutnya. Kalau sudah siap berkeluarga, sebaiknya siapkan rumah, biaya pernikahan, dan kendaraan,” katanya.

Level persiapan memasuki tahap berikutnya antara waktu melajang dengan kapan menikah. “Tiap orang bisa jadi punya kasus yang berbeda beda. Antara melajang dan mau menikah berapa lama waktunya. Sumber-sumber dana apa saja, untuk tahapan selanjutnya harus dirinci. Persiapan dana nikah harus disiapkan sendiri bersama pasangan, atau dengan orangtua. Setelah perhitungan itu Anda bisa putuskan untuk membeli mobil atau rumah,” katanya.

Namun ada satu momen, di mana mobil dan rumah bisa dibeli dalam waktu yang paralel. Misalnya, untuk pasangan yang telah menikah, namun mereka memutuskan untuk tinggal bersama orangtua. Nah, uang pendapatan bulanan memungkinkan untuk digunakan membeli mobil. “Sementara bonus dan THR bisa disimpan untuk DP rumah,” sarannya.

Tapi berhati-hatilah jika sudah punya mobil bersama pasangan. Karena jebakan lain akan muncul tanpa disadari. “Pengeluaran tak terduga akan muncul tanpa disadari. Karena pengin jalan-jalan terus, jadinya uang tabungan DP rumah tak terpenuhi,” paparnya.

Untuk pasangan yang sudah menikah, Mieke menyarankan sebaiknya mengutamakan membeli rumah terlebih dahulu. Faktor psikologis sangat berperan dalam mengambil keputusan ini. Maksudnya, daripada hidup menumpang di rumah orangtua, akan lebih baik jika hidup di rumah sendiri.  “Jika memang dua-duanya bekerja, dan ternyata jika dihitung-hitung penghasilan cuku, maka bisa berbagi tugas. Misalnya, suami bertugas untuk mencicil rumah, sementara istri, bertugas untuk  mencicil mobil,” katanya.

Jika tidak memungkinkan, maka membeli rumah yang paling utama. Sementara membeli mobil bisa dilakukan bertahap. “Begitu ngambil KPR bunga paling kecil dan jangka waktu panjang. Ketika sudah terbiasa dengan cicilan KPR mengambil mobil jadi lebih ringan,” pungkasnya.

 

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.