Beli Reksadana Melalui Bank Atau Langsung, Pilih Mana?

By on 17 Juli 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3.555 kali
investasi reksadana

Beli Reksadana Melalui Bank Atau Langsung, Pilih Mana?

Sebagai salah satu instrumen investasi, investasi reksadana kini semakin memiliki daya tarik tersendiri bagi para investor di Indonesia. Disamping karena hasil keuntungan untuk jangka waktu yang panjang melebihi tingkat inflasi dan deposito, juga nominal untuk berinvestasinya pun semakin bersahabat karena sekarang tidak perlu lagi membutuhkan anggaran dana yang besar untuk dapat memulainya.

Untuk mendapatkan reksadana sekarang ini juga lebih mudah, sebab selain kita bisa secara langsung mendapatkannya melalui MI, namun kita juga bisa mendapatkannya melalui Bank sebagai agen penjual yang menawarkan produk reksadana. Bahkan saat ini telah tercatat ada 20 Bank agen penjual yang sudah memiliki izin untuk menjual reksadana. Lalu apa kelebihan dan kekurangan membeli produk reksadana melalui Bank agen penjual apabila dibanding dengan Manajer Investasi?

Faktor yang menjadi pendorong untuk perkembangan reksadana salah satunya yaitu Bank. Walaupun tidak secara langsung, Unit Link asuransi juga turut andil dalam pemasaran produk reksadana. Akan tetapi Bank disini tetap menjadi kontributor terpenting dalam pertumbuhan industri reksadana. Cara pemasaran reksadana pada dasarnya tidak bersifat eksklusif, maksudnya dalam 1 reksadana dapat dijual melalui berbagai Bank yang berbeda walaupun ada setidaknya satu dua produk reksadana dalam pemasarannya dilakukan secara eksklusif pada bank-bank tertentu.

Penting untuk para investor ketahui bahwa memang tidak semua Bank dapat menjual produk reksadana. Karena hanya untuk Bank yang sudah memperoleh izin lah yang bisa menjual reksadana tersebut.

Berikut ini ada perbandingan apabila kita membeli produk reksadana secara langsung melalui MI dengan melalui Bank sebagai agen penjual :

  • Keahlian

Bank agen penjual, walaupun sudah memiliki izin namun dalam hari-harinya tidak hanya menjual reksadana saja melainkan juga seperti Deposito, Giro, Tabungan dan sebagainya. Sehingga ada kemungkinan si pemasar tersebut pengetahuannya tidak sebaik layaknya Manajer Investasi yang mana dalam kesehariannya hanya fokus dengan pasar modal dan investasi saja.

  • Target

Bank biasanya karena mempunyai banyak produk, target yang akan ditetapkannya pun juga tidak terfokus pada reksadana saja. Alhasil, seorang marketing disana tidak selalu menyodorkan produk reksadana kepada calon investor. bisa saja jenis produk lain lah yang akan ditawarkannya. Sementara untuk Manajer Investasi sudah pasti akan menawarkan satu produk saja. Akan tetapi disini bisa jadi malah yang ditawarkan Manajer Investasi tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan investor.

  • Akses

Bank umumnya memiliki jumlah cabang yang telah tersebar ke berbagai penjuru tanah air. Berbeda dengan Manajer Investasi yang bisanya hanya terpusat pada kota-kota besar saja. Oleh sebab itu Bank lebih memiliki akses yang baik dan mudah dalam bertransaksi. Dan para investor tidak perlu datang jauh-jauh ke kota besar hanya untuk mengirim formulir. Akan tetapi memang pada kenyataannya tidak semua cabang melayani pembelian reksadana.

  • Minimum Investasi

Pada dasarnya ketentuan yang berlaku memang tidaklah sama. Ada Manajer investasi atau bank yang mau menerima minimum investasi yang kecil sedangkan ada juga yang hanya mau menerima minimal 100 juta ke atas. Namun ada juga Bank cabang pusat yang mau menerima jumlah investasi kecil dan ada juga bank cabang yang malah mengharuskan minimal investasi yang besar. Begitu juga dengan Manajer Investasi. Akan tetapi ini kembali lagi kepada anda.

  • Keamanan

Reksadana adalah tempat berinvestasi yang aman sebab dananya juga dijaga oleh Bank Kustodian. Akan tetapi penyelewengan tetap bisa saja terjadi. Di Bank sendiri dalam pemasarannya melibatkan 2 hal, yaitu kepercayaan investor kepada MI dan juga kepercayaan kepada nama besar bank. jadi disini kepercayaan adalah hal utama. Sehingga apabila ada masalah yang terjadi secara otomatis pihak bank juga akan turun tangan dalam menyelesaikannya.