Beda WAPERD, APERD dan Perantara Pedagang Efek

By on 4 Desember 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.433 kali
Investasi Reksadana vs Emas

Investasi Reksadana – Anda pasti tidak asing dengan pihak-pihak mana saja yang terlibat langsung dalam investasi reksa dana. Yang paling melekat dalam ingatan Anda tentunya adalah Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Masih ingat apa peran mereka? Mari kami ingatkan kembali supaya Anda tidak menanggung aib.

Manajer Investasi

Menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, manajer investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif bagi sekelompok nasabah, kecuali dana pensiun, perusahaan asuransi, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Manajer investasi berkewajiban mengelola portofolio efek demi kepentingan nasabah, mengadakan riset atas efek, menganalisa kelayakan investasi, dan mengelola reksa dana.

Bank Kustodian

Menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, Kustodian adalah pihak yang menyediakan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Yang dapat menjadi bank kustodian antara lain lembaga penyimpanan dan penyelesaian (LPP), perusahaan efek dan bank umum yang telah mendapatkan persetujuan dari OJK. Bank kustodian memegang peranan besar dalam perlindungan aset

Sampai di sini ingatan Anda akan kembali segar sesegar es cincau. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah hanya dua pihak tersebut yang terlibat langsung? Jawabannya adalah tidak. Anda akan berkenalan dengan APERD, WAPERD dan Perantara Pedagang Efek.  Sepertinya APERD dan WAPERD terdengar mirip. Apakah fungsi keduanya juga serupa? Bagaimana dengan Perantara Pedagang Efek? Apa pula fungsinya? Mari kita tinjau perbedaan ketiganya.

Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD)

Adalah pihak yang melakukan penjualan efek reksa dana berdasarkan kontrak kerja sama dengan manajer investasi sebagai pengelola reksa dana. APERD dapat berbentuk perusahaan pialang, bank umum, dan lembaga-lembaga keuangan lain yang berkemampuan menjangkau masyarakat untuk membeli reksa dana.

Wakil Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD)

Adalah pihak yang bersifat perorangan yang mendapatkan ijin dari BAPEPAM (OJK) untuk bertindak sebagai wakil dari suatu perusahaan efek, perusahaan perbankan atau lembaga yang diperkenankan melakukan penjualan efek reksa dana. Fungsi WAPERD dimaksudkan agar para agen penjualan efek reksa dana dapat memberikan penjelasan terkait peluang serta risiko dari setiap efek reksa dana yang dipasarkannya.

Perantara Pedagang Efek

Menurut UU Pasar Modal No. 8Tahun 1995, perantara pedagang efek adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha jual beli efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain. Dalam hal reksa dana, setiap pembelian atau penjualan reksa dana di bursa efek oleh manajer investasi harus melalui perantara pedagang efek seperti halnya dalam traksaksi saham. Peraturan operasional reksa dana yang berlaku saat ini masih mengiijinkan satu perusahaan efek melakukan kegiatan rangkap sebagai manajer investasi dan perantara pedagang efek.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa APERD tidak dapat dijalankan oleh perorangan sedangkan WAPERD dapat dijalankan oleh perorangan. WAPERD memiliki kedudukan yang lebih rendah di bawah APERD bahwa dia adalah kaki tangan APERD dalam hal memasarkan dan memberikan informasi tentang produk reksa dana yang dijual oleh APERD.  Sedang Perantara Pedagang Efek memiliki peran sebagai perantara yang tanpanya kegiatan investasi reksa dana tidak akan terjadi. Sebagai perantara, Perantara Pedagang Efek menjadi sarana yang menjembatani pihak manapun yang bermaksud berinvestasi dalam reksa dana tanpa pandang bulu.

 

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.