Beberapa Macam Transaksi Reksadana

By on 24 Agustus 2015 | Artikel ini Sudah di baca 520 kali

Investasi Reksadana – Ketika seseorang menginginkan menjadi seorang investor Reksadana maka orang tersebut harus mengerti ada 3 macam jenis transaksi reksadana yaitu pembelian, penjualan, dan yang terakhir adalah pengalihan.

Transaksi pembelian

Salah satu transaksi reksadana yaitu transaksi pembeli, transaksi pembelian sendiri terdiri dari beberapa jenis yaitu,

1. New new subscription
Ini adalah transaksi pembelian pertama yang akan dilakukan oleh seorang investor, jenis ini juga disebut dengan new account.

2. Top up
Transaksi yang kedua ini adalah transaksi penambahan, atau ketika seorang investor sudah bergabung ke dalam reksadana dan hendak menambahkan saldo maka transaksi ini disebut juga dengan top up atau penambahan. Dalam Reksa dana sendiri tidak ada ketentuan kapan sebaiknya investor akan menambahkan investasinya.

3. Transaksi pembelian
Ini adalah jenis transaksi yang lebih dikhususkan untuk orang yang tidak ingin repot, uang untuk transaksi reksadana dapat diambil dari tabungan, transaksi ini disebut dengan transaksi autodebet. Jika dana dalam rekening tidak cukup maka transaksi pembelian pada bulan tersebut akan dibatalkan.

4. Transaksi new produk
Hal ini terjadi ketika seseorang yang sudah mempunyai salah satu produk reksadana dan hendak membeli salah satu produk reksadana yang lainnya, maka transaksi ini disebut juga dengan reksadana new produk.

Transaksi penjualan

Transaksi penjualan atau transaksi pencairan ini juga dikenal dengan redemtion. Seorang investor perlu mengetahui bahwa dalam sebuah reksadana ada yang disebut dengan biaya transaksi penjualan atau disebut juga dnegan redemtion fee. Hal ini biasanya akan berlaku ketika seorang investor memiliki reksadana hinggga tahu tertentu. Biaya ini akan ditiadakan ketika seorang investor menginvestkan uangnya dalam kurung waktu yang cukup lama.
Tujuan dari adanya redemtion fee ini tidak untuk mencari keuntungan namun hal ini dimaksudkan agar investor tidak cepat atau tidak tidak terlalu sering melakukan sebuah transaksi penjualan. karena dalam  dibutuhkan strategi yang baik untuk dapat menjalankan investasi jenis ini, dan terlalu sering transaksi juga tidak menjamin akan mendapatkan keuntungan yang lebih. Menggunakan transaksi jangka panjang akan jauh lebih menguntungkan.
Dana trasnsaksi ini akan masuk ke dalam rekening investor ini dalam waktu 7 hari. Jika dalam waktu 7 hari dana belum masuk, ada baiknya jika dilakukan pengecekan, bisa saja terjadi sebuah kesalahan informasi, baik no rekening atau hal lainnya. Manager Investasi dan juga bank Kustodian juga akan mendapatkan teguran dari OJK jika dalam waktu 7 hari dana dari investor tidak masuk ke dalam rekening nasabah.

Transaksi pengalihan

Maksudhnya adalah memindahkan investasi dari satu reksadana ke no reksadana lainnya. Jika mengggunakan cara menjual reksadana dan kemudian membeli reksadana kembali maka hal tersebut akan memakan waktu yang lebih lama. Akan ada proses yang harus diulang dari awal, hal seperti ini tentu saja tidak menguntungkan dan juga sangat menghabiskan waktu. Dengan menggunakan cara pengalihan ini maka akan jauh lebih praktis. Bahkan seorang investor dapat menjual dan membeli  reksana pada hari yang sama.

Namun cara seperti ini tidak dapat dilakukan di semua reksadana. Hal ini tergatung dari Manager Investasi dan juga Bank Kustodian. Jika pengalihan seperti ini mendapatkan izin dari Manager Investasi dan juga Bank Kustodian, maka ini akan jauh lebih menyenangkan, dan juga lebih  praktis. tentunya ini akan mejadi sebuah investasiyang lebih praktis.

Dengan adanya beberapa informasi tentang transaksi reksadana ini tentunya akan semakin memudahkan Anda ketika akan bergabung atau melakukan transaksi reksadana ini.