Beberapa Kesalahan Meminjamkan Uang Ke Kerabat

By on 11 Juli 2014 | Artikel ini Sudah di baca 1.501 kali
Pinjam Uang

Ada saat di dalam hidup dimana Anda harus memberi bantuan keuangan pada teman dekat atau keluarga Anda. Ada orang yang enggan membantu khususnya jika mereka merasa bahwa mereka tidak akan melihat uang yang dipinjamkan dikembalikan lagi. Namun, banyak dari kita yang akan langsung membantu mereka yang kita kasihi.

Meminjamkan uang ke keluarga atau teman dekat tidak akan menimbulkan masalah selama kita tidak:

Lupa memberi tahu pasangan Anda

Jika Anda sudah menikah, Anda harus memberitahu pasangan Anda sebelum meminjamkan uang. Keadaan keuangan Anda adalah tanggung jawab bersama begitu sudah menikah, dan karena ini, pasangan Anda wajib tahu apa yang terjadi. Tidak membicarakan keputusan keuangan Anda bisa menyebabkan ketegangan dalam hubungan Anda.

Pasangan Anda perlu tahu kepada siapa, seberapa besar dan untuk tujuan apa Anda meminjamkan uang. Jika pasangan Anda tidak setuju dengan alasan yang baik, maka Anda harus menolak meminjamkan uang. Namun, itu tidak berarti Anda tidak bisa membantu mereka mereka mencari jalan lain untuk mendapatkan bantuan keuangan.

Tidak membuat perjanjian

Ketika meminjamkan uang kepada saudara, Anda sebaiknya mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa uang Anda dikembalikan. Anda setidaknya harus membuat perjanjian tertulis yang mencatat besaran utang, persyaratan pembayaran, batas waktu pembayaran, dan adanya bunga.

Anda dapat mengambil langkah ekstra dan meminta pengacara atau notaris Anda menandatangani dan mensahkan perjanjian tersebut. Ini mungkin terasa aneh untuk Anda dan kerabat Anda, tetapi perjanjian formal akan menguntungkan tidak hanya Anda, tetapi mereka juga.

Membiarkan mereka menggunakan kartu kredit Anda

Jangan biarkan anggota keluarga atau saudara menggunakan kartu kredit Anda untuk tujuan apapun. Kartu kredit Anda adalah tanggung jawab Anda sendiri. Gunakanlah uang tunai atau cek saat meminjamkan uang kepada kerabat.

Ingat: Anda harus menganggap bahwa Anda tidak pernah melihat atau menerima uang Anda kembali ketika meminjamkannya kepada anggota keluarga. Mereka mungkin menganggap uang itu sebagai hadiah dan merasa bahwa mereka tidak diwajibkan untuk membayar Anda kembali.

Sederhananya, janga meminjamkan uang ke kerabat. Namun, bagaimanapun juga, ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan kecuali Anda tega membiarkan keluarga Anda dalam masalah. Jadi, meskipun kemungkinan pinjaman yang dilunasi rendah, bukan alasan mengapa Anda tidak harus pintar-pintar meminjamkan uang ke kerabat Anda karena Anda tidak mau sampai terlalu dimanfaatkan.

 

Sumber: www.halomoney.co.id

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.