Beberapa Kesalahan Dalam Mengelola Uang

By on 14 Januari 2015 | Artikel ini Sudah di baca 3.031 kali

Beberapa Kesalahan Dalam Mengelola UangPerencanaan Keuangan – Punya uang, bisa memicu stres. Tidak punya uang, apalagi, bisa tambah stress. Seperti itulh kira-kira pesan yang disampaikan Jeff Reeves dalam tulisannya “10 stupidest money mistakes” yang dimuat dalam laman USA Today.

Intinya, tulis Reeves, alih-alih memberikan kebahagiaan, uang (berapapun jumlahnya) bisa menambah daftar persoalan hidup. Padahal, menurut Reeves, rencana keuangan yang baik, tidak hanya menempatkan fokus pada seberapa banyak uang yang bisa Anda simpan untuk masa depan. Tetapi juga bagaimana Anda bisa mengikis kekhawatiran yang ditimbulkan karena uang.

Nah, untuk mengontrol keuangan sekaligus mengurangi level stres Anda, Reeves menyarankan agar Anda menghindari kebodohan-kebodohan berikut ini yang akan menyusahkan Anda kelak.

1. Lebih besar pasak daripada tiang. Alias, pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Yang mengalami kasus ini, pasti tidak pandai matematika.

Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, pasti Anda sudah tahu kan, kenapa hal itu disebut kebodohan, dan kenapa pelakunya menjadi stres berat? Yup, sudah pasti mereka stres karena terlilit hutang. Untuk menghindarinya buat rincian pengeluaran Anda, dan patuhi rencana tersebut agar pengeluaran tidak overlap.

2. Tidak memiliki tabungan. Tabungan tidak harus berupa uang, ya. Tetapi bisa berupa properti, emas, reksadana, atau apapun. Simpanan, atau tabungan, sangat penting ada, sebagai dana cadangan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Tabungan juga bisa membantu kita menghadapi masa depan, saat pensiun nanti misalnya. Ketika tidak ada pemasukan lagi, Anda masih bisa memenuhi kebutuhan masa tua Anda dari tabungan.

3. Tinggal di tempat yang tak terjangkau. Istilah yang paling tepat untuk situasi ini : “Seperti pungguk merindukan bulan”.  Bolehlah bermimpi tinggal di sebuah rumah mewah. Tapi, ya, lihat isi kantong dulu dong. Para perencana keuangan selalu menyarankan agar cicilan rumah tak lebh dari 30 persen dari penghasilan.

Jumlah cicilan yang melebihi itu, bisa membuat Anda mengalami situasi nomer 1, yaitu lebih besar pasak daripada tiang.  Sehingga Anda akan jatuh dalam situasi nomer 2, yaitu tidak memiliki tabungan.

4. Tidak menyiapkan tabungan untuk hari tua. Ya, tabungan disimpan tidak hanya untuk menghadapi hari ini, tetapi juga juga untuk menghadapi masa tua Anda nanti. Tabungan inilah yang akan membantu Anda menopang kebutuhan sehari-hari saat Anda tidak bekerja lagi.

Mungkin Anda berpikir, “Ah, nanti kan bisa ikut tinggal sama anak-anak.”  Mungkin bisa. Tapi kan kita tidak pernah tahu apakah kondisi keuangan anak Anda baik atau tidak. Jangan-jangan, Anda malah jadi beban tambahan bagi kehidupan finansial mereka.  Akan lebih baik sih jika Anda tetap bisa hidup mandiri di masa tua nanti.

Untuk itu, sebaiknya Anda segera menyiapkan tabungan masa pensiun. Salah satu caranya bisa melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Program ini bisa diikuti oleh karyawan perusahaan atau pekerja mandiri. Saat Anda masuk masa pensiun nanti, uang simpanan Anda di DPLK akan diberikan secara per bulan. Jadi, rasanya seperti menerima gaji.

5. Tidak berinvestasi. Oke, menabung memang sangat diwajibkan. Tetapi, hanya mengandalkan tabungan saja tidak cukup. Anda juga harus berinvestasi. Mengapa? Karena imbal balik tabungan tak cukup melawan keganasan inflasi. Lawan yang tangguh untuk inflasi adalah investasi.

Karena hasil yang diberikan investasi bisa jauh lebih besar dari inflasi, sehingga nilai uang tidak tergerus.  Anda bisa memulai investasi dengan emas, atau bisa juga di bursa saham, reksadana, property ataupun bisnis.

6. Terlalu serakah. Ingat aturan ini : Investasi, yes. Serakah, no. Berinvetasi memang memberikan imbal hasil yang menggiurkan. Tapi, ada risiko yang harus ditanggung. Risiko dan hasil berbanding lurus. Semakin besar hasil yang didapatkan, semakin besar pula risiko (kehilangan uang) yang mungkin terjadi.

Jika, Anda berniat berinvestasi untuk tabungan hari tua, sebaiknya tekan nafsu serakah Anda. Jangan sampai Anda malah tidak mendapat apa-apa karena uang investasi menguap begitu saja.

 

 

Sumber: USA Today/dompetpintar.com