Bagaimana Menambah Pelanggan Tanpa Menambah Biaya Iklan

By on 5 Desember 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.777 kali
Iklan

Start-Up Bisnis – Sebagai pelaku startup, pada awalnya kemungkinan akan bertanya-tanya bagaimana bisa memiliki produk yang diminati banyak konsumen tanpa harus mengeluarkan banyak biaya operasional, misalnya adalah mengeluarkan biaya iklan. Umumnya, agar produk yang dimiliki bisa cepat berkembang dan diketahui oleh masyarakat adalah dengan melakukan kegiatan promosi produk. Namun ketika melihat kondisi finansial perusahaan yang belum stabil dan bisa dikatakan belum menghasilkan pendapatan. Ini tentu akan cukup sulit jika harus mengeluarkan biaya iklan untuk berpromosi. Kecuali ada bantuan dana hibah dari lembaga tertentu, ataupun dana segar dari pihak investor. Pasti melakukan kegiatan promosi seperti ini bukanlah suatu hal yang sulit untuk dilakukan.

Untuk bisa tetap mendapatkan banyak pelanggan tanpa harus mengeluarkan budget iklan sebenarnya bisa saja dilakukan. Seperti contoh yang sudah berjalan adalah Hootsuite. Rian Holmes selaku CEO Hootsuite sendiri, mengungkapkan bahwa perusahaannya tersebut mampu berjalan dari 0 sampai dengan 5 juta user dicapai dalam waktu 3 tahun tanpa anggaran iklan sama sekali. Sebagai pelaku startup, ini merupakan sebuah penghargaan tersendiri. Karena dibeberapa perusahaan baru lainnya masih sangat gencar melakukan kampanye produknya masing-masing.

Cara sederhana yang paling ampuh untuh menarik konsumen agar mau menggunakan produk yang Anda miliki adalah dengan cara membagikan produk secara cuma-cuma. Konsep freemium ini adalah salah satu cara yang sampai saat ini cukup ampuh untuk dijadikan sebagai strategi pemasaran. Dalam hal ini tentu pemasaran pada produk yang baru saja dilaunching.

Konsep freemium bukanlah konsep yang baru. Tidak hanya Hootsuite yang melakukan konsep promosi gratis untuk pengguna diawalnya. Namun beberapa perusahaan seperti Skype, Spotify, Dropbox dan Evernote dibangun dengan konsep freemium. Sebagian besar dari perusahaan ini merupakan perusahaan cloud-based, SaaS model, dimana Anda bisa melakukan pengelolaan data pada server tertentu yang bisa diakses jika Anda terhubung dengan jaringan internet.

Mungkin akan timbul pertanyaan lain dari Anda mengenai konsep freemium ini, misalnya adalah sampai kapan harus ‘menggratiskan’ sebuah produk atau sebuah jasa layanan, sedangkan tak dipungkiri pelaku starups juga pasti membutuhkan pendanaan untuk pengembangan bisnisnya.

Memang benar, Anda tidak harus membebaskan pengguna untuk terus menggunakan produk secara cuma-cuma. Namun sebelum Anda memutuskan untuk menarik pelanggan menjadi konsumen premium, Anda perlu memperhatikan hal-hal dibawah ini terlebih dahulu :

–       Sudahkah Anda mencapai target jumlah pelanggan? Jika belum maka Anda harus bersabar kembali untuk tetap menggratiskan produk tersebut.

–       Apakah produk Anda sudah cukup bermanfaat dan berguna bagi konsumen? Jika belum, Anda harus melakukan pengembangan kembali sebelum Anda memutuskan untuk menarik dana kepada pelanggan.

–       Pastikan internal maupun struktural dan manajemen dalam perusahaan Anda sudah berjalan dengan baik. Artinya Anda beserta tim didalamnya harus bekerja ekstra untuk membangun kepercayaan pelanggan.

–       Fokus utama Anda adalah pada pendapatan, namun sebelum itu fokus Anda harus tetap kepada konsumen yang telah menggunakan produk Anda. Untuk mengetahuinya Anda bisa memberikan berbagai pertanyaan mendasar kepada pelanggan Anda terkait produk yang mereka gunakan tersebut.

–       Kedepannya Anda harus bertanggung jawab penuh kepada pelanggan ketika nantinya produk tersebut sudah tidak digratiskan kembali. Hal ini berarti pekerjaan Anda tidak sampai hanya pada mendapatkan banyak pelanggan lalu menerima banyak pendapatan. Mau tidak mau Anda harus tetap  meningkatkan kualitas layanan maupun produk Anda. Agar nantinya konsumen tetap yakin bahwa produk yang dimilikinya tersebut terjamin kualitas serta didukung layanan penuh dari perusahaan Anda. (baca juga : Strategi Menghemat Waktu, Uang, dan Tenaga dalam Bisnis Online)

Konsep dasarnya adalah ‘menggratiskan’ produk atau layanan jasa untuk menarik pelanggan sebanyak-banyaknya. Setelah pelanggan didapatkan, barulah Anda bisa menarik pendapatan dari produk yang Anda hasilkan. Namun satu yang harus tetap Anda lakukan adalah memastikan kedepannya bahwa produk Anda tidak akan statis. Artinya peningkatan dan pengembangan produk harus tetap dilakukan demi menjaga kepercayaan pelanggan dan memastikan pelanggan tidak akan lari dari Anda.

Fokuskan energi Anda untuk membangun produk yang sangat menarik dan akhirnya konsumen setia yang menjadi target Anda. Jika ini sudah dilakukan, masalah pendanaan bukanlah sesuatu hal yang rumit lagi untuk dibicarakan. (Fahrur Ahmad)Ta

 

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.