Awal Pekan Indeks IHSG Diprediksi Lesu, Lirik 7 Saham Rekomendasi

By on 10 November 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.958 kali
Invest Saham

Di awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih berada di fase konsolidasi. Hal itu seiring secara teknikal level resistance belum dapat ditembus.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG diharapkan dapat menembus level resistance 5.107 agar keluar keluar dari fase konsolidasi yang cukup lama. IHSG diperkirakan berada di level 4.963-5.032 pada perdagangan saham Senin (10/11/2014).

William mengatakan, rilis pengumuman suku bunga acuan/BI Rate sebesar 7,5 persen diharapkan dapat tetap sehingga dapat memberikan angin segar untuk IHSG.

“BI Rate berpotensi tetap maka IHSG dapat bergerak naik. Kondisi pergerakan IHSG jangka panjang masih dalam jalur uptren,” ujar William dalam ulasannya.

Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko merekomendasikan pelaku pasar untuk melakukan aksi beli secara moderat. Pelaku pasar dinilai menanti kepastian soal penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“IHSG akan berada di level support 4.995-4.840 dan resistance 5.075-5.126-5.185,” ujar Yuganur.

Sementara itu, Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan, Laju IHSG gagal mendekati target resisten 5.076-5.093 dan berada di bawah target support 5.048-5.054 di akhir pekan lalu.

Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG kian tertekan dan berpotensi melanjutkan pelemahannya. Ia menilai, jika lalu bursa saham global tidak mampu memberikan imbas pergerakan positif jelang akhir pekan.

“IHSG akan berada di rentang support 5.019-5.025 dan resistance 5.050-5.082,” tutur Reza.

Rekomendasi Saham

Yuganur merekomendasikan empat saham untuk dicermati pelaku pasar. Saham-saham itu antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sedangkan William memilih sejumlah saham untuk dipertimbangkan pelaku pasar antara lain saham PGAS, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Bank negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Rekomendasi Teknikal

Yuganur memilih saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di awal pekan untuk dipertimbangkan pelaku pasar. Ia merekomendasikan akumulasi beli saham PGAS yang bersifat defensif untuk kontinuasi kenaikan minor uptren menuju Rp 6.150.

Ia merekomendasikan masuk saham PGAS untuk level pertama Rp 5.875, level kedua Rp 5.775, dan cut loss point Rp 5.725.

“Rekomendasi beli dengan trading target Rp 6.150,” kata Yuganur.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: LIPUTAN6