Asuransi Mana yang Penting Mana Tidak

By on 13 Oktober 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.315 kali
Insurance

Asuransi –  “Semuanya bergantung dari kebutuhan,” ujar Mohammad Teguh perencana keuangan dari QM Financial. Secara umum, asuransi dianjurkan untuk dimiliki karena manfaatnya sebagai pengalih risiko. Namun ketika ditanya, jenis asuransi mana yang wajib dipunyai, Teguh mengatakan, semua itu bergantung dari kebutuhan setiap individu.

Dia memberikan contoh, untuk orang-orang yang telah memiliki penghasilan dan tanggungan, maka asuransi yang wajib dipunyai adalah asuransi jiwa. Asuransi jenis ini bertugas menggantikan pendapatan yang hilang ketika si empunya meninggal dunia. Dengan adanya penggantian pendapatan ini, maka keluarga yang ditinggalkan pun tetap merasa aman secara finansial. “Anak masih bisa tetap sekolah, pasangan juga masih bisa tercukupi kebutuhannya,” ujar Teguh.

Lain halnya dengan orang yang masih single. Meskipun dia telah memiliki pendapatan, namun jika belum memiliki tanggungan, maka belum perlu memiliki asuransi jiwa. Akan lebih baik jika uang tersebut dialokasikan untuk hal lainnya.
Jika asuransi jiwa disarankan Teguh untuk orang-orang yan telah berpenghasilan dan memiliki tanggungan, maka lain halnya dengan asuransi kesehatan. Menurutnya, asuransi jenis ini harus dimiliki oleh semua orang. Kenapa? Karena risiko terkena gangguan kesehatan bisa terjadi pada siapapun, dengan status apapun dan kapanpun.

Hal ini juga diamini oleh Andy Nugroho, perencana keuangan dari MRE Financial & Business Advisory. “Malah sebaiknya, jangan kena sakit dulu baru punya asuransi kesehatan. Tapi persepsi dibalik, punya asuransi kesehatan dulu untuk berjaga-jaga saat sakit tiba,” ujarnya. Itu karena asuransi kesehatan akan membantu meringankan beban biaya kesehatan yang harus ditanggung. Bahkan lebih besar lagi manfaatnya, yaitu asuransi yang akan menaggung beban finansial yang diakibatkan oleh sakit.

Bicara soal kebutuhan, maka Andy juga sepakat, bahwa prioritas kepemilikan asuransi juga sebaiknya dilihat dari kebutuhannya. Ketika seseorang lelaki  yang telah berkeluarga  dan memiliki asset berupa mobil, maka disarankan selain memiliki asuransi jiwa dan kesehatan, maka asuransi kendaraan juga diperlukan.

Sekali lagi, asuransi bertindak sebagai pengambil alih risiko. Pada kepemilikan mobil, risiko yang mungkin terjadi adalah kecelakaan yang bisa mengakibatkan mobil rusak. Nah, jika musibah tersebut terjadi, maka asuransilah yang akan mengganti biaya perbaikan tersebut.

Jika tadi sudah membahas mengenai asuransi prioritas, maka, apa asuransi yang tidak? Andy mencontohkan asuransi kesehatan. Tunggu dulu, yang dimaksud Andy adalah asuransi kesehatan double cover.

Dia mengilustrasikan seperti ini, untuk seorang karyawan, umumnya iuran asuransi kesehatan telah ditanggung oleh perusahaan. Artinya, pengalihan pembiayaan kesehatan sudah terpenuhi. Tapi banyak kejadian, meski sudah memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan bekerja,  seseorang masih  memiliki asuransi kesehatan yang lain. Alasannya untuk double cover.

“Namun seringkali yang terjadi, dia memiliki asuransi kesehatan lain karena nggak enak ati sama saudara, atau teman yang menjadi agen,” katanya. Menurutnya, jika memang merasa tidak perlu, Anda harus berani mengatakan tidak. Karena yang mengetahui prioritas kepemilikan asuransi untuk Anda dan keluarga adalah Anda sendiri.

 

Sumber: dompetpintar.com

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.