Asuransi Jiwa, Pilih Berjangka Atau Seumur Hidup?

By on 2 Juli 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.964 kali
Life Insurance

Asuransi jiwa merupakan salah satu produk asuransi yang sangat penting bagi kebanyakan anggota masyarakat. Tujuan utama asuransi jiwa adalah memberikan santunan uang kas/tunai setelah terjadi kematian pada perserta asuransi jiwa. Dana tersebut digunakan untuk menggantikan penghasilan yang hilang karena kematian tersebut. Mendapatkan dana atau uang santunan kematian tentulah penting, karena bisa dipakai untuk membantu menghidupi keluarga, memenuhi kebutuhan rumah tangga termasuk juga menyekolahkan anak hingga selesai perguruan tinggi dan membayar cicilan Kredit Kepemilikian Rumah (KPR) pasca ditinggal mati pemilik polis asuransi jiwa. Santunan yang kelak diterima dari asuransi jiwa juga bukan merupakan objek pajak, alias tidak dikenakan pajak.

Terdapat empat pihak yang biasanya terlibat dalam proses sebuah asuransi jiwa:

  • Pemohon (applicant): Orang yang mengajukan permintaan sebuah asuransi jiwa. Jika asuransi disetujui, pemohon akan berubah status menjadi pemegang polis.
  • Pemegang polis (policy owner): Orang yang telah disetujui perusahaan asuransi sebagai pemegang polis.
  • Tertanggung (insured): Seseorang yang jiwanya ditanggungkan atau discover asuransi.
  • Penerima uang pertanggungan (beneficiary): Orang atau beberapa orang yang ditetapkan oleh pemegang polis untuk menerima uang pertanggungan.

Keempat pihak ini harus mempunyai satu kebutuhan yang sama, yaitu harus memiliki kebutuhan asuransi (insurable interest).

Lebih  rinci lagi, terdapat dua tipe variasi asuransi jiwa:

Asuransi Seumur Hidup / Permanen / Whole Life
Asuransi ini menyediakan jaminan jumlah pembayaran premi dengan nilai premi yang tetap sepanjang hidup orang yang diasuransikan. Ciri utama asuransi seumur hidup  adalah terkumpulnya dana atau jumlah tunai selepas masa asuransi beberapa tahun. Hal itu dapat terjadi lantaran adanya bagian dari premi yang dikelola oleh perusahaan asuransi, bagian dari premi yang diinvestasikan  atau bonus keuntungan dari perusahaan asuransi.

Mengenai skema pengelolaan dana asuransi seumur hidup akan berbeda tergantung dari jenis asuransinya. Tidak seperti asuransi berjangka, asuransi seumur hidup ini tak memiliki jangka waktu perlindungan. Namun kebanyakan asuransi akan berhenti pada saat umur Anda mencapai 99 atau 100 tahun.

Beberapa ciri khas asuransi jenis ini adalah:

  • Polis dapat dibatalkan (surrender) setiap saat. Apabila polis dibatalkan di tahun-tahun awal pembelian polis, nilai tunai yang dikumpulkan belum Nampak signifikan. Semakin lama polis dibeli, semakin lama pembayaran premi, dan sebagai akibatnya adalah semakin tinggi nilai tunai yang dapat diperoleh. Saat ini aturan Pemerintah Indonesia yang terbaru mewajibkan nilai tunai terbentuk pada tahun pertama. Inilah yang alasan mengapa harga premi meningkat.
  • Apabila karena satu dan lain hal klien tidak mampu  membayar premi, namun tetap ingin mempertahankan polis asuransinya, nilai tunai asuransi tersebut dapat dipakai untuk membayar premi supaya tetap dapat melanjutkan polis asuransi tersebut.
  • Nilai tunai yang terkumpul dalam asuransi ini umumnya dapat dicairkan bahkan dipinjam. Anda diperkenankan meminjam dana dari perusahaan asuransi jiwa dengan menggunakan nilai tunai dari polis asuransi yang dimiliki di perusahaan yang sama sebagai jaminan. Pinjaman akan dipungut biaya, termasuk biaya bunga. Dan jika pinjaman belum dilunasi saat terjadi kematian, santunan kematian akan dipotong oleh  biaya pinjaman sebelum dibayarkan ke penerima santunan.

Asuransi Berjangka
Asuransi berjangka adalah asuransi yang menyediakan perlindungan kematian pada jangka waktu tertentu. Asuransi ini tak meiliki nilai tunai atau tabungan. Uang pertanggungan atau santunan kematian baru akan dibayarkan pada saat yang bersangkutan atau tertanggung meninggal dunia selama jangka waktu asuransi masih berlaku.

Tingkat premi relatif berkisar dalam angka yang sama setiap tahun untuk suatu periode tertentu dan akan meningkat setelah masa polis habis, polis dialihkan ke bentuk asuransi lain atau diperbaharui. Premi asuransi berjangka ini biasanya jauh lebih murah, karena asuransi ini akan memberikan penggantian atau uang pertanggungan hanya apabila terjadi kematian. Asuransi berjangka cocok bagi mereka yang tertarik hanya pada perlindungan kematian, bagi kaum muda yang menghendaki sejumlah besar asuransi dengan premi sekecil mungkin dan bagi mereka yang menginginkan asuransi pada kurun waktu tertentu.

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.