Asuransi Geber Kontribusi Unitlink

By on 29 Agustus 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.119 kali
agen-asuransi

Meski nilainya masih kecil, penjualan unitlink berpotensi untuk mengerek pendapatan premi asuransi. Beberapa perusahaan asuransi menggenjot premi dengan meningkatkan kontribusi pendapatan unitlink.

Yanes Y. Matulatuwa, Direktur PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha mengatakan, kontribusi produk unitlink baru 3% sampai 4% dari total premi yang dikumpulkan. Di pengujung tahun, Yanes berharap, porsi produk asuransi berbalut investasi ini setidaknya bisa menyentuh sekitar 5%.

Caranya, meningkatkan penetrasi pasar melalui jalur keagenan khususnya di non-kota besar. “Pemahaman mereka soal unitlink juga terus kami tingkatkan untuk mencapai sasaran,” kata Yanes.

Kontribusi dari jalur keagenan selama ini memang rata-rata mencapai 90% bagi total premi Wanaartha Life. Tak heran jika Wanaartha menggeber penjualan dari jalur distribusi agen.

Saat ini, jumlah agen asuransi Wanaartha baru 1.200 orang. Sampai Desember 2014, jumlahnya akan bertambah menjadi 2.000 agen.

Tahun ini, Wanaartha Life membidik pendapatan premi sebesar Rp 3,9 triliun. Dengan porsi 5%, maka sampai Desember 2014, target pendapatan premi dari unitlink mencapai Rp 198 miliar.

Setali tiga uang, kontribusi penjualan unitlink PT Asuransi Jiwasraya juga makin tinggi. Sampai semester pertama tahun ini, unitlink menyumbang 30% kepada pendapatan premi. Sisanya berasal dari produk tradisional. “Padahal, tahun lalu produk tradisional mencapai 80% dan unitlink baru 20%,” ujar Adrian de Jong, Direktur Pemasaran PT Asuransi Jiwasraya.

Adrian menjelaskan, kenaikan kontribusi unitlink lantaran Jiwasraya memasang sistem yang berbeda. Di tahun lalu, produk unitlink dijual secara paket dengan penempatan dana yang telah ditentukan di awal. Nah, mulai tahun ini, nasabah bisa menentukan penempatan dana yang diinginkan.

Periode Januari hingga Juni 2014, Jiwasraya berhasil mengantongi dana kelolaan unitlink sebesar Rp 700 miliar. Kontribusi dana kelolaan dari segmen ritel mencapai Rp 300 miliar. Sedangkan, total pendapatan premi di semester pertama tahun ini sudah mencapai Rp 2 triliun. Sampai akhir tahun, Jiwasraya menargetkan pendapatan premi tembus Rp 6,7 triliun.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.