Arah Ekonomi RI di Era Kepemimpinan Jokowi-JK

By on 20 Oktober 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.581 kali
Jokowi Jusuf Kalla

Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) akan dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia periode 2014-2019 pada Senin, 20 Oktober 2014. Rencananya pelantikan Presiden dan Wapres ke-7 ini akan digelar di Gedung Majelis Permusyawaraan Rakyat (MPR), Jakarta.

Usai dilantik, Jokowi dan JK dihadapkan dengan sejumlah tugas yang akan diembannya selama lima tahun ke depan. Dalam bidang ekonomi, Jokowi dan JK memiliki sejumlah target yang harus dicapai.

Salah satu yang menjadi target keduanya yaitu mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 juta hektare (ha), program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk seluruh rakyat di 2019.

Peningkatan akses penduduk miskin pada pendidikan formal dan pelatihan ketrampilan yang gratis melalui upaya penurunan tingkat kemiskinan menjadi 5 persen-6 persen pada 2019.

Tak hanya itu, pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi dan JK juga berencana membangun infrastruktur jalan baru sepanjang 2.000 kilometer (km) dan memperbaiki jalan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Fokus lainnya membangun 10 pelabuhan baru, mendirikan 10 bandara baru  serta membangun 10 kawasan industri baru berikut pengembangan untuk hunian buruh.

Keberadaan pasar tradisional juga menjadi sorotan Jokowi-JK. Rencananya sebanyak 5.000 pasar tradisional akan dibangun di seluruh Indonesia. Kemudian demi melancarkan investasi dan layanan satu atap untuk investasi akan diciptakan.

E?siensi perizinan bisnis menjadi maksimal 15 hari, meluncurkan insentif kebijakan fiskal dan non-fiskal untuk mendorong investasi sektor hulu dan menengah. BUMN akan menjadi agen pembangunan, mendirikan secara khusus Bank Pembangunan dan Infrastruktur.

 

 

 

Sumber: LIPUTAN6