Apakah Emas Sudah Over Sold?

By on 22 Mei 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2.551 kali

Apakah Emas Sudah Over Sold?

Pesimisme terhadap emas begitu ekstrim kadang-kadang bahkan sang beruang kuatir itu sudah kelewatan. Harga pada hari kemarin naik sedikit lebih dari 1 persen setelah berita yang dipandang bullish yakni Moody’s Investors Service melaporkan bahwa pembuat kebijakan AS harus melakukan sesuatu terhadap hutang pemerintah untuk menghindari penurunan rating tahun ini.

Kontrarian melihat bearish nya kemarin sebagai tanda bullish, dengan alasan hampir selalu sesuatu yang bullish dimulai dengan bearish, demikian juga dengan emas, tidak ada tempat yang tertinggal kecuali naik. Itulah sebabnya mereka ini disebut kontrarian.

Hal ini juga yang terjadi pada November 2008, kata Dave Lutz, analis metal berharga di Stifel, Nicolaus di Baltimore. Dengan sentimen negatif memuncak, emas mulai rally yang membawanya dari $800 per ons menjadi lebih dari $1,800.

Pada tanggal 14 Mei, investor berjangka adalah yang paling bearish yang pernah terjadi sejak 2008, menurut data yang di rilis minggu lalu oleh CFTC., agen pemerintah yang mengawasi pasar. Posisi beli bersih kira-kira 84,000 kontrak, turun dari lebih dari 200,000 kontrak pada musim gugur tahun lalu. Di November 2008, posisi beli mencapai terendah sampai 64,000 kontrak.

Di waktu-waktu biasa, sebagian besar minat dari pihak non komersial adalah “beli” emas, berarti mereka akan mendapatkan benefit dari kenaikan harga. Sebaliknya minat dari pihak komersial adalah “jual” untuk membuat lindung nilai terhadap resiko mereka; jika mereka menerima kurang dari emas yang mereka ambil dari tanah, mereka bisa meng offset kerugian dengan keuntungan di pasar berjangka.

Miliarder George Soros menjual pegangan emas nya pada kuartal yang lalu, dan Goldman Sachs memperkirakan akan ada penurunan lebih lanjut setelah kejatuhan terpanjang untuk emas selama empat tahun. Kenaikan harga emas terjadi kemarin setelah Bloomberg melaporkan pernyataan Moody’s yang menyebabkan orang-orang yang bearish yang menjual emas harus mengurangi eksposure mereka terhadap kerugian karena kenaikan harga, menurut Lutz. “Ini adalah suatu penjualan yang sangat crowded dan nervous, dia berkata, “Jika saya mengelola sebuah dana, saya akan menjadi kontrarian. ” (Mindo Sianipar, Vibiznews)