Apakah Bubble Emas Memiliki Kekuatan ‘Membunuh’ Booming Emas?

By on 10 September 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.085 kali
Emas dan Perekonomian

Investasi Emas – Anda tidak diragukan lagi menyadari kinerja emas yang luar biasa selama beberapa tahun terakhir, dan mungkin Anda sedikit khawatir  bahwa booming mungkin akan segera berakhir. Sebagaimana  pasar saham teknologi dari akhir 90-an atau kekacauan properti  di tahun  2007, mungkin demikian pula kekhawatiran Anda terhadap emas. Yang dewasa ini menjadi nada dalam pertanyaan investor adalah apakah emas sedang dalam ‘bubble’. Untuk mendapat jawabannya, Anda perlu penetrasi dan partisipasi dalam skala besar.

Pada akhir tahun 90an tepat sebelum NASDAQ meledak, semua orang memiliki saham teknologi. Saham teknologi membuat sebagian besar masyarakat menaruh portfolio investasi  ke dalamnya, sedangkan  penetrasi dan partisipasi di dalamnya adalah mendalam dan agresif. Lihatlah juga pada ‘bubble’ properti (dinamakan demikian karena melambungnya harga). Partisipasi begitu mendalam dan dikombinasikan dengan begitu banyak pengaruh, bahwa untuk mencairkan, harga pasar bahkan tidak perlu turun terlebih dahulu, hanya perlu berhenti supaya tidak naik lagi karena kecepatannya yang mengkhawatirkan.

Pemberi pinjaman akan meminjamkan uang kepada siapa pun. Sebaliknya, tanyakan teman-teman Anda berapa banyak dari mereka yang telah membeli satu onspun emas investasi riil, apalagi sebagian besar tabungan atau investasi mereka merupakan modal emas asli atau bahkan saham emas. Kami sudah dapat memberitahu Anda jawabannya: tidak banyak, jika ada. Emas menghasilkan  1% hingga  1,5% dari rata-rata portofolio investor Amerika saat ini, apalagi di Indonesia. Namun karena harga emas, orang bicara ‘bubble’?

Fundamental yang menyebabkan harga emas menanjak  dua kali lipat dalam periode kurang lebih tiga tahun tidak hanya masih berlangsung, jika bukan malah semakin cepat. Hutang, pencetakan uang, ketidakpedulian politik, perlambatan global, kurangnya kepercayaan pada kebijakan  fiskal, dan ketidakpastian global, semua faktor tersebut berarti bahwa saat ini masih merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi emas.

Atau kekhawatiran tersebut  hanya menggambarkan kurangnya pemahaman kebijakan moneter atau, dan bahkan lebih penting, sejarah uang. Orang-orang yang khawatir bahwa emas sedang dalam ‘bubble’ biasanya membandingkan apa emas bernilai dalam bentuk uang kertas. Persepsi mereka adalah bahwa uang kertas adalah patokan yang layak untuk biaya barang atau aset yang akan dihargai, dan mereka tidak bisa lebih salah lagi.

Sebaliknya, bank sentral yang mengendalikan dunia perbankan menggunakan sistem emas sebagai toko nilai mereka dan dukungan untuk mata uang mereka, karena emas memiliki nilai riil yang tidak dapat direndahkan oleh kebijakan moneter uang kertas cara bisa. Sederhananya, semakin kertas dilikuidasi, semakin daya beli Anda terkikis, dan semakin Anda perlu mengalihkan keyakinan  Anda dari uang kertas kepada emas.

Kami  mencoba yang terbaik untuk membantu klien memahami bahwa ada akhir untuk tabungan berdasarkan hutang dan hidup di luar kemampuan kita  dalam ekonomi yang berdasarkan hutang. Batas atas emas bisa benar-benar hanya dihitung dari segi batas downside mata uang fiat (mata uang yang dicetak di kertas dan diberi nilai nominal). Namun jika batas downside mata uang adalah nol, berpikirlah bagaimana emas bisa mencapai harga yang tinggi mengingat emas telah bertahan lebih lama daripada setiap mata uang kertas yang pernah dibuat. Sudah jelas bahwa emas akan terus meningkat selagi akumulasi hutang tetap dan mata uang fiat terus menurun nilai nominalnya.

So Saudara / Saudari sekalian, adalah salah menganggap booming emas telah berakhir sekarang. Faktanya walau kadang terjadi penurunan harga, hal tersebut tidaklah signifikan dan biasanya hanya dalam jangka pendek, dan tidak merubah kecenderungan nilainya untuk terus naik.  Ayo! Daripada kami menuduh Anda menyia-nyiakan kesempatan, lebih baik kami paksa Anda untuk saat ini juga angkat kaki! Walah orang artikelnya dibuat untuk investasi kok malah menyuruh angkat kaki hahaha. Kami paksa Anda untuk saat ini juga berinvestasi emas. Tapi berhubung ini hanya artikel, kami tidak sungguh-sungguh mempunyai alat paksa (nasiiiib….nasib). Koreksi ya, kami tidak memaksa kok. Hanya satu keyakinan di hati kami yang tulus memelekkan mereka yang masih buta atau setengah melek investasi bahwa suatu saat kalau bisa segera (eits maksa lagi hihihi) akan membangun kesejahteraan sosial bersama kami.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.