Apa itu Kontrak Multilateral dan Market Maker Kontrak Berjangka Emas?

By on 19 Maret 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.631 kali
Emas Online

Apa itu Kontrak Multilateral dan Market Maker Kontrak Berjangka Emas?

Investasi Emas – Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar istilah multilateral dan market maker. Namun sebenarnya apa itu kontrak multilateral dan market maker? Membahas market maker, dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai pelaku pasar. Market maker bisa ada dimana saja, entah itu pasar saham, pasar forex, atau pasar berjangka. Begitu pula kontrak multilateral yang erat hubungannya dengan pasar berjangka. Untuk kali ini, mari membahas apa itu kontrak multilateral dan market maker kontrak berjangka emas?

Transaksi multilateral adalah hal yang biasa terjadi dalam bursa berjangka. Sayangnya, dominasi transaksi bilateral masih sangat terliha karena minimnya sosialisasi dan edukasi mengenai bursa berjangka. Transaksi multilateral lebih baik daripada transaksi bilateral karena pelaku fisik, yaituk para pabrikan, pelaku ekspor-impor, dan bahkan petani, bisa melakukan serah terima fisik. Berbeda dengan transaksi bilateral yang tidak ada hal seperti ini. Sekarang ini, ada tiga komoditi yang bisa dilakukan dengan memakai kontrak multilateral, yakini emas, kopi, dan karet.

Peningkatan transaksi multilateral di Indonesia sedikit banyak didalangi oleh BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) dan JAB (PT Jalatama Artha Berjangka). Kontrak multilateral emas sebelumnya diluncurkan dalam satuan yang relatif besar, kemudian BBJ menyediakan pula kontrak untuk satuan yang lebih kecil. Sekarang ini, kontrak multilateral untuk emas tersedia dalam satuan 1kg, 250g, 100g, 25g, 10g, dan 5g. Tujuan dari tersedianya kontrak multilateral dalam nominal kecil tentu saja untuk menjangkau pelaku ritel sehingga bisa terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Liquiditas kontrak multilateral emas berjalan seiring dengan meningkatnya volume. Selama ini, kontrak multilateral terfavorit adalah dalam komoditi emas.

Beralih ke market maker kontrak berjangka emas. Untuk perdagangan berjangka, umumnya ada dua kelompok market maker, yaitu spekulator dan pelaku lindung nilai. Bila spekulator selalu ingin mendapatkan keuntungan, maka pelaku lindung nilai hanya ingin melindungi aset yang dimilikinya. Dengan melakukan prediksi atas pergerakan pasar, para spekulator membeli kontrak komoditi meskipun mereka tidak memerlukan komoditi tersebut. Hal ini tentu saja untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Berbeda dengan pelaku lindung nilai yang hanya mencari cara melindungi nilai dan menjauhi resiko atas harga yang sering berubah-ubah. Spekulator umumnya adalah para pemodal, dan pelaku hedging (lindung nilai) biasanya adalah produsen dan konsumen komoditas.

Di Tanah Air, fungsi dari bursa berjangka belum sepenuhnya berjalan. Padahal, bursa berjangka memiliki tugas sebagai pembentu harga dan pedoman referensi lokal dan regional untuk Indonesia. Sampai sekarang, semua komoditas yang diperjual-belikan di bursa berjangka Indonesia masih menatapkan kiblat harganya pada bursa internasional.

Semoga saja dengan berkembangnya kontrak multilateral, maka kesempatan fungsi bursa berjangka akan terbuka semakin lebar. Semoga bermanfaat.