Antara Bitcoin Dan Emas

By on 14 Oktober 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.373 kali
Emas VS Bitcoin

Investasi Emas – Keunggulan Bitcoin dibanding emas terletak pada protokol. Pertambangan Bitcoin menuai lebih dari sekedar penciptaan Bitcoin. Pertambangan emas hanya menambah lebih banyak emas ke pasar. Konsep nilai intrinsik emas memang pada akhirnya terkesan salah tempat, karena nilai emas tidak terletak pada materi itu sendiri melainkan pada potensi utilitas. Sebaliknya, nilai intrinsik Bitcoin terletak pada kemampuannya untuk menyediakan keamanan, kehandalan transaksi nilai dalam suatu ekosistem yang memperkuat diri melalui pertambangan.

Ada beberapa kesamaan antara Bitcoin dan emas, namun perbedaan utama tertentu cukup mencolok. Kesamaan antara emas dan Bitcoin:

  1. Spekulasi menyebabkan emas maupun Bitcoin bereaksi terhadap lonjakan sentimen konsumen.
  2. Emas maupun Bitcoin tidak kebal terhadap gerakan internasional di pasar.
  3. Keduanya  berfungsi sebagai sarana perantara penyimpanan nilai tukar: jika Anda berinvestasi jumlah X baik, di beberapa titik di masa depan Anda menganggap kemampuan untuk mengekstrak jumlah X awal diinvestasikan plus atau minus perubahan dalam nilai pasar.

Sayangnya untuk emas, relatif stagnan dalam hal penggunaannya. Emas memiliki beberapa aplikasi industri, dan umumnya emas telah menjadi lindung nilai terhadap ketakutan pasar dan inflasi mata uang fiat (nilai yang tertera di uang kertas).

Kelebihan Bitcoin dibandingkan emas:

  1. Sulit untuk dicuri. Preman juga tak dapat merebut rantai bitcoin dari leher seseorang.
  2. Berat emas dan nilainya membuat sulit untuk dikirimkan dipindahtempatkan. The Federal Reserve Bank of New York memegang 7.716 metrik ton emas. Transaksi antar negara melibatkan forklift emas yang harus bergerak dari satu tumpukan ke yang tumpukan lain. Protokol Bitcoin memungkinkan nilai yang akan dengan cepat berpindah dari satu belahan dunia ke belahan dunia yang lain. Dapat digunakan untuk pembelian kecil, sementara emas tidak digunakan sebagai mata uang mana saja di dunia.
  3. Pasokan terbatas, sementara logam mulia terus ditambang. Survei Geologi AS memperkirakan bahwa ada 52.000 metrik ton emas masih di tanah, yang masih dapat ditambang.
  4. Mudah untuk memverifikasi.
  5. Membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja. Sesungguhnya lebih banyak tenaga kerja digital yaitu hardware-hardware yang dirancang untuk menambang Bitcoin daripada tenaga kerja manusia. Manusia hanya menyalakannya dan membiarkannya dengan bantuan koneksi internet yang cepat sepanjang tahun supaya hardware-hardware tersebut melakukan sendiri penambangannya.

Namun demikian Bitcoin juga memiliki kelemahan dibanding emas, di antaranya:

  1. Akan menjadi tidak bernilai begitu muncul cryptocurrency baru.
  2. Dalam menambang Bitcoin, semakin lama, semakin membutuhkan teknologi yang memadai karena tingkat kesulitan kian bertambah. Dengan sisa Bitcoin yang tinggal 40 % untuk ditambang, Anda hanya akan membuang uang jika menambangnya hanya dengan hardware yang seadanya, saat ini. Situasi ini sudah sangat berbeda dengan tahun 2008 – 2009 pada saat Bitcoin pertama kali diperkenalkan.
  3. Nilai Bitcoin yang terus meningkat hanya terjadi di tahun-tahun awal dirilisnya cryptocurrency ini. Saat ini Bitcoin sudah mencapai kestabilan harga, sehingga kita tak dapat lagi mengharap kenaikan nilai yang signifikan. Di sinilah kadang menjadi alasan melakukan penambangan Bitcoin menjadi pekerjaan yang sia-sia belaka karena hanya akan mengembalikan modal membeli hardware yang dalam 1 atau 2 tahun  sudah akan rusak.
  4. Walau kenaikan nilai Bitcoin dahulu cukup menggiurkan, namun Bitcoin belum teruji waktu, berbeda dengan emas yang yang nilai investasinya telah terbukti selama berabad-abad dan dapat diwariskan. Belum tentu Bitcoin dapat diwariskan ketika teknologi dunia maya kian berkembang.  Hal ini membuktikan bahwa kita masih mengkhawatirkan Bitcoin dapat menjadi alat investasi jangka panjang.
  5. Hanya cocok untuk mereka yang melek teknologi.
  6. Hanya cocok untuk mereka yang memiliki modal awal ratusan juta untuk membeli hardware.

 

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.