Akibat Dollar Menguat, Minyak Tumbang

By on 31 Oktober 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.374 kali

Usai menguat selama dua hari, harga minyak ditutup turun 1 persen pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Jumat (31/10/2014), harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Desember 2014 ditutup turun US$ 88 sen menjadi US$ 86,24 per barel, setelah jatuh ke level US$ 85,92 per barel.

Sedangkan hanya minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) pada bulan depan berakhir turun US$ 1,08 menjadi US$ 81,12 per barel, setelah sesi rendah pada US$ 80,8 per barel.

Kedua mentah patokan Brent dan WTI menguat sekitar 1 persen sehari sebelumnya karena stok minyak mentah AS naik lebih rendah dari yang diperkirakan pekan lalu.

Namun, harga minyak kembali melemah lagi karena dolar AS mencetak rekor tertinggi dalam minggu usai Bank Sentral AS atau Federal Reserve mengakhiri stimulus pembelian obligasi pada Rabu. Hal ini membuat minyak menjadi mahal untuk pembeli yang menggunakan denominasi lainnya.

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS dilaporkan naik 3,5 persen pada kuartal III 2014. Ini akan memperkuat kepercayaan investor terhadap ekonomi AS.

 

 

 

 

Sumber: LIPUTAN6