6 Alasan Hakiki Emas Sebagai Instrument Investasi Yang Sesungguhnya

By on 20 Mei 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.258 kali
investasi emas

Investasi Emas – Sebelum manusia modern mengenal bentuk-bentuk investasi properti, saham, reksa dana, valuta asing atau yang terbaru Bitcoin, telah ada bentuk investasi yang paling tua dan masih berlaku yaitu investasi emas. Emas disebut sebagai investasi yang sesungguhnya yang mewakili investasi di segala jaman, untuk segala kalangan dan dipuja di semua negara. Jika tidak demikian tentunya pemerintah Amerika tak akan repot-repot mempekerjakan ribuan tentara untuk menjaga Fort Knox yang sekarang beralih fungsi sebagai gedung tempat penimbunan emas hanya demi menyediakan alternatif apabila terjadi inflasi Dollar.

Inilah alasan mengapa emas sangat disukai sebagai alat investasi:

Nilai emas konsisten di seluruh negara di dunia.
Emas yang ditambang di India akan memiliki nilai yang sama dengan emas yang ditambang di Afrika Utara. Hal ini tidak terjadi pada komoditas lain. Selalu ada preferensi yang berbeda-beda atas berbagi komoditas dunia. Mata uang poundsterling dianggap lebih tinggi dibanding mata uang rupiah. Anggur Saxum lebih berharga dibanding Anggur Clos des Papes. Namun dimanapun emas ditambang, harganya tetap sama, dan sama berharganya.

Emas sebagai instrument investasi, mudah dibawa dan dipindahtangankan (portable).
Tanah adalah bentuk investasi yang juga menarik, namun tanah tak mudah dicairkan menjadi uang tunai dan tak dapat dibawa-bawa. Bila terjadi bencana alam atau pergolakan politik, Anda tak mungkin membawa tanah sewaktu hendak mengungsi.

Emas sebagai instrument investasi,  tak akan rusak, berkarat atau mati.
Pada jaman purba, orang-orang menyimpan kekayaan dalam bentuk ternak dan hasil pangan. namun ternak dapat mati terkena penyakit dan hasil pangan dapat  musnah saat terjadi gagal panen karena banjir, kekeringan, salah pemeliharaan dan sebagainya. Sementara uang kertas  sebagai sarana penyimpanan kekayaan modern dapat kehilangan nilainya karena  terimbas dampak inflasi dan kebijakan pemerintah.

Emas sebagai instrument investasi dapat dengan mudah dibagi.
Bila Anda berhutang pada dua orang, Anda bisa membagi dua sekeping koin emas dan masing-masing akan bernilai sama. Nilai intrinstik masing-masing potongan tetap sama dan tidak berubah. Hal ini tak akan terjadi pada saat Anda menyobek uang kertas menjadi dua. Pada saat Anda membagi dua uang kertas, pada saat itulah uang Anda kehilangan nilainya.

Emas sebagai instrument investasi memiliki nilai intrinsik yang sama dan diakui oleh negara manapun di dunia.
Suatu komoditas boleh jadi sangat berharga di negara asalnya, namun tak berharga sama sekali di negara lain. Sedang emas di lain pihak,  berharga di manapun ia berada.

Emas sebagai instrument investasi tidak dapat diciptakan oleh pemerintah.
Uang kertas merupakan instrument investasi yang diciptakan oleh pemerintah. Pada awal kemunculannya, setiap uang emas yang beredar dijamin oleh cadangan emas yang sama nilainya. Sebelum tahun. 1970 ketika harga 1 ounce emas setara 35 USD, Anda boleh menukarkan 70 dollar ke pemerintah dan membawa pulang 2 ounce emas. Tetapi setelah Presiden Nixon membatalkan konferensi Bretton Woods, uang kertas berharga karena pemerintah Amerika mengatakan uang kertas bernilai untuk digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kertas berharga bukan karena ada sejumlah emas yang menjaminnya. Pada saat terjadi tekanan inflasi, pergolakan politik, dan perubahan kebijakan pemerintah, uang kertas dapat saja kehilangan nilainya.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.