Yang Perlu & Tidak Saat Pemilik Rumah Menemani Calon Pembeli Rumah

By on April 6, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 800 kali

Yang Perlu & Tidak Saat Pemilik Rumah Menemani Calon Pembeli RumahInvestasi Properti – Pemilik Rumah Stalker (bahasa gaulnya si tukang kepo). Jangan mengikuti calon pembeli ke dalam setiap kamar dan berdiri di sana. Kuncinya adalah untuk mengarahkan mereka ke arah yang kemudian membiarkan mereka tetap terlihat. Selalu berdiri di dekat pembeli membuat mereka merasa tidak nyaman dan membuat mereka tergesa-gesa dalam perjalanan mereka. Berikan tur singkat yang Anda pandu dan tunjukkan apa yang dapat dengan mudah diabaikan. Kemudian memberitahu mereka untuk merasa bebas jika hendak membuka pintu dan lemari, dan Anda akan berada di halaman jika mereka memiliki pertanyaan.

Pemilik Rumah Talker (si tukang ngoceh ). Berhenti bicara! Penjelasan diperlukan tapi calon pembeli tidak perlu penjelasan berlebihan tentang setiap kamar dan setiap keputusan yang Anda buat. Jika peralatan Anda berusia lebih dari 8 tahun, ada benar-benar tidak perlu untuk menunjukkan fakta bahwa peralatan tersebut  mungkin bermerek. Peralatan seumur itu hanya akan dianggap tua oleh pembeli. Menarik perhatian terhadap nama hanya menarik perhatian terhadap  usia peralatan tersebut. Jika dapur Anda dan perlengkapan di seluruh rumah berusia lebih dari 10 tahun … artinya rumah Anda adalah rumah tua. Suka atau tidak, rumah Anda akan membutuhkan pembaruan dari calon pembeli yang paling berprospek. Meskipun Anda mungkin bangga dengan lampu Kristal kuno tergantung di ruang tamu, banyak pembeli akan menghitung biaya untuk menggantinya.

Pemilik Rumah Tattle Tail: Tidak perlu untuk menunjukkan potensi muluk-muluk  yang belum sempat dilakuikan dalam daftar Anda. Sekali, kami melihat  rumah dan pemilik memiliki lantai kayu. Daripada hanya menunjukkan kayu tersebut, ia menjelaskan detail tentang bagaimana mereka dapat melakukan finishing ulang. Kemudian pembeli menyadari lantai benar-benar dapat dipelitur dan itu artinya lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Jika situasi tidak meminta Anda untuk terlalu banyak mengungkapkan sesuatu,  maka jangan menunjukkan apa yang begitu Anda kuasai namun Anda bahkan tidak memlakukan apapun pada properti Anda saat rumah belum terjual. Jika pembeli berkomentar tentang lantai, itu akan menjadi kesempatan untuk menjelaskan solusi yang mungkin.

Ketahuilah Apa Yang Anda MIliki. Ketahui rata-rata tagihan listrik Anda. Ketahuilah lingkungan Anda dan fasilitas Anda,  ketahuilah di mana taman dan sekolah berada (Anda mungkin tidak memiliki anak-anak kecil namun boleh jadi  calon pembeli masih memiliki anak-anak kecil). Ketahuilah dasar-dasar konstruksi rumah Anda (tahun, jenis pondasi, sumber energi : PLN, bioenergi, solar sel, sumber air: PDAM, sumur, sumur artesis). Ketahui garis properti Anda (jika garis tersebut  tidak jelas).

Lepaskan Perasaan Sentimental Antara Anda dan Rumah Anda. Pembeli tidak peduli bahwa Anda membayar begitu banyak uang untuk melukis ruang makan dengan warna hijau. Kemungkinan besar, mereka tidak menyukainya dan berencana untuk mengecat ulang. Jika Anda memberi penjelasan secara rinci tentang keputusan Anda pada apa yang telah Anda lakukan terhadap rumah tersebut (atau Anda bekerja sangat keras untuk menanam di halaman samping) pembeli merasa bersalah karena mereka mungkin memiliki rencana untuk mengubah kerja keras Anda menjadi jalan masuk kendaraan mereka. Tekankan fitur unik yang mungkin tidak diketahui kemudian mundur ke halaman depan. Tunggulah  mereka untuk mengajukan pertanyaan dan memberi mereka jawaban yang sesederhana mungkin. Jadilah ramah dan sopan, namun ingat bahwa mereka tidak di sini untuk bertemu dengan Anda.

Bersihkanlah barang-barang pribadi dan gambar Anda. Cukup sulit bahwa seseorang tinggal di sana, dan bahwa orang yang tidak tinggal di sana ditawari untuk melihat berkeliling, namun kalau pada data itu foto keluarga Anda di mana-mana, akan sulit bagi pembeli untuk membayangkan seolah-olah rumah tersebut adalah rumah mereka.