Yang Harus Dilakukan dan Tidak Dilakukan Dalam Investasi Saham

By on June 11, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 775 kali

Investasi Saham –  Apa sebenarnya saham/ekuitas? Saham adalah satuan nilai dalam instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan mempunyai saham atas perusahaan tersebut, para pemegang saham dapat dikatakan sebagai pemilik perusahaan tersebut, sebesar saham yang dibelinya.

Surat obligasi merupakan pernyataan utang dari penerbit kepada pemegang obligasi berikut dengan janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo.

Jadi, dapat dikatakan bahwa dengan memegang saham/ekuitas berarti kita membeli sebagian dari perusahaan tersebut. Atau dengan kata lain, kita membeli dan turut memiliki sebuah bisnis dengan uang kita sendiri! Tentu ini menjadi salah satu cara termudah untuk mendiversifikasi uang Anda, bukan?

Perbedaan antara saham dan obligasi terletak pada pembayaran keuntungan yang didapat oleh pemegang saham dan/atau obligasi, dimana pembayaran keuntungan untuk  pemegang saham tidaklah menentu (flexible income) karena sangat bergantung pada performa perusahaan dan industri. Jika keuntungan perusahaan besar, maka para pemegang saham berkesempatan untuk mendapat keuntungan yang besar juga. Dan begitu pula sebaliknya.

Dengan membeli saham ada dua jenis keuntungan yang dapat diperoleh investor, yaitu:

– Dividen – keuntungan yang dibagikan
– Capital Gain – selisih antara harga beli dan harga jual saham ketika saham dijual kembali di pasar dengan harga yang lebih tinggi

Selain itu, saham juga merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko cukup besar, antara lain:

– Capital Loss ­– kebalikan dari capital gain, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual saham ketika saham dijual kembali di pasar dengan harga yang lebih rendah
– Risiko Likuidasi – risiko terberat yang ditanggung pemegang saham yakni ketika perusahaan dinyatakan bangkrut oleh pengadilan dan harus dilikuidasi. Jika masih terdapat sisa setelah penjualan kekayaan perusahaan, maka baru sisa tersebut dibagikan kepada para pemegang saham.

Saham merupakan instrumen investasi yang menarik karena keuntungan besar yang bisa didapat jika kita pandai dalam menganalisis saham dan mengikuti perkembangan perusahaan. Namun sebaliknya, jika analisis kita kurang tepat maka risiko yang harus ditanggung pun besar. Oleh karena itu, mari simak beberapa tips “Do’s & Don’ts” dalam investasi saham dari MyWealth.co.id berikut ini:

Do’s #1: Lakukan perencanaan investasi berdasarkan kebutuhan, tujuan, dan profil risiko Anda serta menyesuaikan proporsi saham dalam portfolio investasi Anda. Jika perlu, gunakanlah jasa penasihat keuangan karena meskipun akan menambah biaya di awal, tetapi biaya ini akan tertutup dengan sendirinya setelah memperoleh keuntungan investasi yang berlipat ganda.

Do’s #2: Buka rekening nasabah Perusahaan Efek. Saat Anda membuka rekening di satu atau beberapa Perusahaan Efek maka identitas Anda secara resmi tercatat dalam pembukuan Perusahaan Efek. Selain itu, Anda juga akan menandatangani perjanjian dengan Perusahaan Efek mengenai hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Do’s #3: Pahami biaya jual beli saham dan berinvestasilah secara reguler untuk jangka panjang.

Nilai pembelian saham + komisi pialang + PPN 10%
Nilai penjualan saham + komisi pialang + PPN 10% + PPh 0,1%
Secara umum tidak ada batasan minimal pembelian saham tetapi di Bursa Efek Indonesia pembelian minimal 500 lembar atau 1 lot, misalnya harga saham perusahaan XYZ senilai Rp50,00 maka dana minimal yang dibutuhkan untuk membeli satu lot adalah Rp25.000,00

Do’s #4: Secara proaktif lakukan analisis terhadap fluktuasi saham dan performa perusahaan melalui beberapa pilihan strategi berikut ini:

a)    Teknik Analisis – memperhatikan dan menganalisis fluktuasi harga saham yang membentuk tren dengan melihatnya secara individu dan keseluruhan saham pada pasar modal.

b)   Analisis Fundamental – menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan saham yang dipilih melalui analisis perusahaan, analisis industri, dan analisis ekonomi mikro-makro untuk mendukung analisis saham yang dipilih.

c)    Index Fund/ Dana Indeks – gabungan dari beberapa dana segar dan dana pensiun yang merupakan duplikasi dari indeks pasar modal. Melalui indeks tersebut, Anda dapat memilih portfolio investasi mana yang paling menguntungkan di masa mendatang.

Nah berikut ini pantangan dalam berinvestasi melalui mekanisme saham:

Don’ts #1: Jangan biarkan diri Anda merasa terikat secara emosional dengan saham-saham yang menguntungkan di masa lalu, tetapi tidak lagi memiliki performa yang baik saat ini.

Don’ts #2: Jangan terburu-buru dalam berinvestasi pada saham suatu perusahaan karena dijanjikan akan “pasti sangat menguntungkan”. Kalau investasi saham semudah itu, semua orang tentu sudah menjadi kaya saat ini.

Don’ts #3: Jangan pertaruhkan semua aset atau investasi Anda di satu tempat saja, meskipun performa bisnis/industri di sektor tersebut sedang melejit. Diversifikasi adalah kunci utama kesuksesan dalam berinvestasi.

Don’ts #4: Jangan selalu beli saham yang di atas dan langsung menjual yang di bawah. Kebanyakan investor berlomba-lomba menaruh uangnya saat nilai sedang naik hanya untuk menjualnya kembali ketika nilainya juga turun. Jangan jual-beli saham hanya untuk jangka pendek.

Semoga artikel ini berguna untuk Anda. Biarkan uang yang bekerja untuk Anda.