Waspadai Broker Ilegal dari Ciri-ciri Berikut!

By on June 27, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 1,138 kali
Broker Ilegal

Edukasi – Awal 2013 lalu, dunia investasi di Indonesia digegerkan oleh berita mengenai broker ilegal yang diblokir. Berita tersebut menjadi berita baik karena kita jadi tahu namun juga sekaligus berita buruk. Mengapa berita buruk? Tentu saja hal ini menjadi semacam petunjuk bahwa ada masih banyak lagi broker ilegal yang bisa saja belum diblokir. Oleh karena itu, Anda yang berkecimpung dalam dunia investasi Forex – baik pemula ataupun sudah lama – berhati-hati adalah kuncinya!

Waspadai Broker Ilegal!

Ada beberapa ciri yang bisa Anda perhatikan. Berikut beberapa petunjuk  bahwa broker tersebut adalah broker ilegal:

1. Broker ilegal biasanya juga punya ijin pendirian badan usaha. Jadi, bukan jaminan kalau sudah punya surat ijin pasti tidak ilegal. Mari simak ciri berikutnya.

2. Broker ilegal tidak teregulasi sebagai futures / perusahaan pialang karena beroperasi secara diam-diam.

3. Anda tidak diharuskan melakukan verifikasi identitas ketika melakukan pendaftaran akun.

4. Mengizinkan transfer dana via pihak ketiga seperti misalnya Money Changer, Liberty Reserve, perorangan, Voucher dan lainnya yang bahkan tidak aman juga tidak jelas melanggar Undang-undang.

5. Biasanya broker-broker ilegal ini berlokasi di negara-negara seperti misalnya Rusia, Selandia Baru, Afrika, Cayman Island, Seychelles, Mauritius, Nigeria, Bermuda, Grenadines, Dominica dan negara-negara terpencil.

Ya, sebaiknya Anda waspadai broker ilegal seperti yang telah disebutkan di atas. Jika sudah melihat tanda-tanda di atas maka akan lebih baik untuk tidak tergiur melihat-lihat nominal yang ditawarkan. Tapi, ada hal urgent lain juga yang harus Anda waspadai pula. Apa itu? Tidak selamanya pula broker legal benar-benar bermain jujur. Oleh karena itu, Anda mesti hati-hati terhadap broker legal yang mencoba-coba bertindak nakal. Caranya?

Broker Legal yang Nakal!

1. Pihak broker mengirimkan setoran dana sendiri dan membuka akun sendiri di bawah pengawasan pihak regulator. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kelihatannya ada klien aktif di account tersebut tetapi sebenarnya dana klien tidak dimasukkan ke akun yang teregulasi tersebut melainkan di akun bank pihak broker yang berlokasi di negara offshore yang tidak memiliki hukum.

2. Broker membeli perusahaan sejenis yang telah teregulasi sebagai tameng saja. Namun hal tersebut dilakukan untuk mengecoh dan uang yang masuk ditransfer menggunakan media ilegal seperti Liberty Reserve. Yang kelihatan hanyalah sebuah kamuflase.

Jadi, kalau pihak broker dengan label “legal” masih saja menggunakan media ilegal maka sama saja dengan broker ilegal. Waspadai broker ilegal ini dalam bentuk apapun! Broker-broker seperti ini bahkan berani terhadap pihak regulator dan juga mengecok pihak nasabah. Anda tidak mau ‘kan ditipu oleh mereka? Maka dari itu, sebelum terjun dan menggunakan salah satu broker, perhatikan secara detail dan lakukan riset yang tidak terburu-buru.