Waspada Penipuan Emas Keuntungan 3% Per Bulan, Tidak Masuk Akal

By on June 26, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,615 kali
Investasi Emas

Waspada Penipuan Emas Keuntungan 3% Per Bulan, Tidak Masuk Akal

Sekarang ini dapat dengan mudah kita temui sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi emas menawarkan imbalan 3% tiap bulannya. Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadari bahwa hal tersebut hanyalah iming-iming belaka untuk membuat para investor tertarik. Bahkan tidak sedikit yang menawarkan keuntungan semacam itu setiap bulan, padahal kalau kita perhatikan rata-rata dari pertumbuhan dari suatu harga emas sekarang ini hanya sekitar 15% hingga 20% tiap tahunnya jadi hasil keuntungan 3% tiap bulan tidaklah masuk akal.

Keuntungan yang demikian itu memang mustahil untuk diberikan kepada seorang investor yang telah berinvestasi mengingat masing-masing perusahaan investasi tentu akan melakukan kalkulasi margin serta biaya operasionalnya. Setidaknya untuk rasional return sekitar 1% saja tiap bulan, hal ini sudah dengan memperhitungkan biaya maupun margin keuntungan yang juga didapat untuk perusahaan tersebut. Untuk itu bagi masyarakat yang hendak membeli emas pada suatu perusahaan investasi, diharuskan untuk melihat dari aspek latar belakang perusahaan itu sendiri. Perhatikan juga proposal untuk izin usaha maupun akta perusahaan. Ini bertujuan supaya masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan iming-iming keuntungan yang besar terlebih lagi perusahaannya tidak begitu jelas. Diluar sana banyak masyarakat yang menanyakan apakah dalam berinvestasi emas dalam bentuk koin dinar akan cukup menjanjikan? Maka jawabannya adalah iya, sebab pada dasarnya bentuk emas sendiri ada berbagai macam. Selain itu juga banyak yang melontarkan pertanyaan investasi emas mengingat semakin maraknya investasi emas bodong akhir-akhir ini. Nah, untuk menjawab pertanyaan yang satu ini maka kita perlu melihatnya dari dua aspek:

  • Emas sebagai mata uang

Untuk jenis emas koin, yang mana bentuk dari emas tersebut merupakan bentuk lain dari jenis emas batangan yang telah dibentuk seperti layaknya koin dari emas asli. Nilai maupun kadarnya juga sama persis dengan jenis emas batangan, Akan tetapi untuk jenis koin emas yang dikenal dengan koin dirham adalah suatu koin emas yang memiliki berat 4,25 gram lebih 22 karat atau sekitar 91,70% yang terdapat dalam bentuk pecahan yang mana standar tersebut mengikuti suatu ketentuan yang berlaku pada WMI atau World Islamic Mint. Selain itu diluar jenis koin emas maupun perak, ada juga yang dinamakan fulus yaitu koin tembaga yang biasa digunakan sebagai pembayaran dengan satuan dirham. Keduanya (koin emas & dirham) dicetak oleh otoritas Amirat Indonesia dan juga WIM dan koin dengan standar tersebut hanya beredar dibawah koordinasi WIN atau wakala induk nusantara.

  • Emas sebagai kooditas

Seperti pada umumnya bagi mereka yang menganggap emas sebagai salah satu komoditas maka mereka bisa menjual emas tersebut, sehingga sekarang ini emas dapat kita gunakan sebagai bentuk aset investasi yang bisa menyelamatkan harta kita dari adanya inflasi.

Untuk beberapa komunitas sendiri bahkan telah menjadikan emas layaknya valuta asing pada money changer, dalam waktu yang singkat dengan berinvestasi koin emas memang tidak terlalu bisa menjanjikan suatu keuntungan namun apabila ditinjau dari jangka panjang maka investasi ini akan sangat menjanjikan apabila kita jual kembali.


Kembali lagi ke bahasan awal bahwa pada dasarnya bagi anda yang berinvestasi emas sebagai pilihan, maka harus kembali lagi dalam menentukan perusahaan yang sekiranya tepat. Jangan hanya terbuai dengan iming-iming imbal hasil yang cukup tinggi lantas anda tertarik begitu saja tanpa memperhatikan beberapa aspek yang penting. Dan perlu anda ketahui mengenai perusahaan yang menawarkan keuntungan 3% tiap bulannya maka sebaiknya untuk anda waspadai.