‘Warning’ untuk Amerika di Balik Penilaian Positif S&P

By on June 11, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,484 kali

‘Warning’ untuk Amerika di Balik Penilaian Positif S&P

Agensi rating Standard & Poor’s (S&P) beberapa jam lalu baru saja menaikkan persepsinya terhadap kualitas kredit negara Amerika Serikat dari ‘negatif’ menjadi ‘stabil’. Kabar baik ini merupakan buah dari kerja keras pemerintah dan bank sentral, yang dalam dua tahun terakhir bergerilya memajukan perekonomian domestik.

Dalam pernyataan resminya, S&P menyebut peluang downgrade atau penurunan rating kredit Amerika semakin kecil menjadi hanya 1 berbanding 3. Pada tahun 2011 silam, S&P merupakan agensi pertama yang menurunkan rating kredit pemerintah dari level tertinggi AAA menjadi AA. Dan sejak saat itu, prospek kredit Amerika berbalik negatif sampai 2013.

Persepsi S&P mulai berubah awal pekan ini, di mana dalam rilisnya agensi tersebut memuji hasil pendapatan negara dari sektor pajak dan kemampuan Washington untuk menangani masalah anggaran. Kalaupun terdapat satu hal yang masih mengganjal prospek rating negeri Paman Sam tak lain adalah konflik politik antara dua partai di kongres. Apabila tidak cepat dicari jalan tengah, masa depan pemulihan bisa terancam karena Amerika sedang menghadapi ketidakseimbangan anggaran. Proposal pemangkasan anggaran yang diajukan Barack Obama berulangkali dimentahkan oleh anggota legislatif sehingga solusi penyehatan neraca terus menemui jalan buntu.

“Kami meyakini kalau rating AA yang kami berikan merupakan cermin keraguan terhadap kemampuan pejabat negara untuk bereaksi mengendalikan beban anggaran publik,” demikian ungkap S&P dalam rilisnya. Agensi berharap perdebatan soal plafon hutang bisa diselesaikan secepatnya sehingga penilaian positif yang sudah didapat Amerika dapat dipertahankan. Patut diketahui bahwa S&P adalah lembaga pemeringkat yang paling keras mengkritik dinamika politik di Amerika sedangkan dua agensi rival, yakni Fitch Ratings dan Moody’s, masih memberi status triple-A bagi Amerika. Nilai tukar Dollar saat ini terpantau di level 1.32731 per Euro, 98.352 per Yen dan 1.5582 per Poundsterling.

(dim, MonexNews)