Wall Street Terkena Koreksi Setelah Pekan Lalu S&P 500 Mencetak Rekor Tertinggi

By on April 2, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,113 kali

Wall Street Terkena Koreksi Setelah Pekan Lalu S&P 500 Mencetak Rekor Tertinggi

Saham-saham di Wall Street terkena koreksi setelah pekan lalu Indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi. Data manufaktur Amerika Serikat (AS) yang melambat menjadi pemicu aksi jual di tengah perdagangan yang sepi.

Saham Apple memimpin pelemahan dengan jatuh 3,1% ke level US$ 428,91. Fidelity Contrafund, salah satu pemegang saham terbesar Apple sudah melepas 10% kepemilikan sahamnya di produsen iPhone itu dalam dua bulan pertama tahun ini.

Data manufaktur AS sudah melambat selama tiga bulan berturut-turut sampai Maret, menunjukkan ekonomi AS sudah kehilangan momentum di triwulan pertama 2013.

Data-data ekonomi yang sebelumnya sudah mendorong indeks di Wall Street mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sejak awal bulan Maret lalu.

“Secara teknikal sangat sulit bagi S&P 500 untuk bisa menembus rekor atau bahkan mendekati level tertingginya, jadi bukan sesuatu yang mengejutkan kalau hari ini dia turun lagi,” kata Brian Amidei, managing director dari HighTower Advisors di Palm Desert, California, dikutip Reuters, Selasa (2/4/2013).

Pada penutupan perdagangan senin waktu setempat, Indeks Dow Jones menipis 5,69 poin (0,04%) ke level 14.572,85. Indeks Standard & Poor’s 500 melemah 7,02 poin (0,45%) ke level 1.562,17. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 28,35 poin (0,87%) ke level 3.239,17.

Volume perdagangan sangat tipis, hanya 5,16 miliar lembar saham diperdagangkan di bursa New York, Nasdaq dan NYSE MKT jika dibandingkan dengan rata-rata volume transaksi harian 2012 sebanyak 6,45 miliar lembar saham.

Saham-saham yang terkoreksi pun jumlahnya mengalahkan yang naik dengan skala 7 banding 3 di NYSE dan 3 banding 1 di Nasdaq. Sejak awal tahun, Indeks S&P sudah naik 9,5%, Dow Jones tumbuh 11,2% dan Nasdaq menguat 7,3%. (Sumber Detikfinance)