Wall Street Negatif Merespon Pernyataan Bernanke

By on June 20, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,322 kali
Wall Street

Wall Street Negatif Merespon Pernyataan Bernanke

Saham-saham di Amerika Serikat (AS) jatuh lebih dari 1 persen. Investor langsung merespons negatif pernyataan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke, yang mengatakan bank sentral akan mulai mengurangi stimulus akhir tahun ini jika ekonomi cukup kuat.

Kebijakan moneter ultra-longgar ini, merupakan kunci kenaikan indeks S&P lebih dari 14 persen tahun ini. Sejalan, imbal hasil obligasi acuan AS tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi 15 bulanan.

Bernanke mengatakan pada konferensi persnya, The Fed akan mulai mengurangi program pembelian obligasi pada pertengahan 2014. Sementara investor telah memperkirakan Fed untuk menarik kembali stimulus dan menyebabkan saham untuk jatuh.

“Saya terkejut dia membahas masalah ini. Sejak terakhir kali dia melakukan, kami melihat volaitlitas pasar yang cukup signifikan,” kata kepala investasi Huntington Asset Management, Randy Bateman, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (20/6/2013).

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 205,96 poin atau 1,34 persen ke 15.112,27, indeks The Standard & Poor 500 (SPX) turun 22,89 poin atau 1,39 persen menjadi 1.628,92, dan Nasdaq Composite Index (IXIC) turun 38,98 poin atau 1,12 persen menjadi 3.443,20.

Sekitar 6,65 miliar saham berpindah tangan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT, di atas rata-rata harian sepanjang tahun ini sekitar 6,36 miliar lembar saham.

Stimulus telah membantu pasar saham mencapai rekor tertinggi pada 21 Mei, sehari sebelum Bernanke mengatakan the Fed bisa mengurangi pembelian obligasi dalam beberapa pertemuan berikutnya jika ekonomi kembali meraih momentum.

Meskipun volatilitas meningkat dari bulan lalu, pasar sebagian besar telah bergerak sideways. Indeks S&P 500 berada sekitar 2,4 persen di bawah rekor tertinggi 21 Mei sebesar 1.669,16. (Martin Bagya Kertiyasa, Okezone.com)