Wall Street Naik Didukung Data Ekonomi China

By on September 11, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,094 kali
Wall Street

Wall Street Naik Didukung Data Ekonomi China

Saham-saham di Wall Street berakhir naik pada Selasa (Rabu pagi WIB), didukung data ekonomi China yang lebih baik dan berkurangnya kekhawatiran tentang Suriah, meskipun saham Apple turun setelah meluncurkan dua iPhone baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average melompat 127,94 poin (0,85 persen) menjadi ditutup pada 15.191,06, lapor AFP.

Indeks berbasis luas S&P 500 meningkat 12,28 poin (0,73 persen) menjadi 1.683,99, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 22,84 poin (0,62 persen) menjadi berakhir pada 3.729,02.

Ikon teknologi Apple, perusahaan terbesar AS berdasarkan kapitalisasi pasar, salah satu yang mengalami penurunan terbesar di antara perusahaan-perusahaan besar, jatuh 2,3 persen setelah kepala eksekutif Tim Cook dan pejabat tinggi lainnya meluncurkan dua iPhone baru.

Apple meluncurkan telepon seluler baris atas iPhone 5S dan yang berharga lebih rendah iPhone 5C bertujuan untuk bersaing dengan telepon pintar atau smartphone saingannya yang berharga murah, yang sebagian besar menggunakan sistem operasi Google Android.

Beberapa analis menyatakan kekecewaannya dengan peluncuran tersebut. Bank of America mengatakan smartphone akan mengalami kesulitan dalam bersaing di pasar yang lebih murah “kecuali Apple bersedia untuk memberikan subsidi/margin, yang tidak biasanya dilakukan.”

Sementara itu, pasar yang lebih luas melonjak untuk keuntungan kuat hari kedua berturut-turut.

Produksi industri China naik pada Agustus di laju tercepat dalam 17 bulan, menurut data resmi, memberikan bukti lebih lanjut dari kebangkitan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Keuntungan pada Selasa terjadi ketika investor terus berharap bahwa proposal oleh Rusia untuk menempatkan senjata kimia Suriah di bawah pengawasan internasional bisa mencegah serangan militer AS.

Operator indeks Dow, S&P Dow Jones Indices, mengumumkan pihaknya akan mencoret Alco, Bank of America dan Hewlett-Packard dari indeks 30 saham unggulan (blue-chip) pada 23 September, menggantinya dengan Goldman Sachs, Nike dan Visa.

Dow mengutip nilai saham rendah dari perusahaan-perusahaan yang dikeluarkan dan “keinginan untuk mendiversifikasi sektor dan indeks yang merupakan representasi kelompok industri.”

Goldman Sachs naik 3,5 persen, Nike melonjak 2,2 persen dan Visa meningkat 3,4 persen. Sedangkan Alcoa turun 0,3 persen, Bank of America naik 0,9 persen dan Hewlett-Packard turun 0,4 persen.

Perusahaan jasa video streaming Netflix melonjak 6,4 persen menyusul kesepakatan dengan operator Inggris, Virgin Media untuk menyedikan layanan bagi para pelanggannya. Sebuah catatan Citi mengatakan berita itu menandai pertama kalinya Netflix diintegrasikan ke dalam penawaran TV berbayar.

Pembuat pakaian PVH, yang memiliki merek Tommy Hilfiger dan Calvin Klein, turun 5,6 persen setelah perkiraan labanya setahun penuhdatang di 7,00 dolar AS per saham, di bawah 7,14 dolar AS yang diharapkan oleh para analis.

Harga obligasi jatuh. Imbak hasil pada obligasi negara AS bertenor 10-tahun naik menjadi 2,96 persen dari 2,90 persen pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun meningkat menjadi 3,89 persen dari 3,84 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.

Penerjemah: Apep Suhendar

Editor: B Kunto Wibisono, Antara News