Wall Street Naik Berkat Saham Intel yang Menanjak

By on June 4, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,874 kali

Wall Street Naik Berkat Saham Intel yang Menanjak

Saham-saham di Wall Street berbalik naik pada Senin (3/6/2013) waktu setempat, (Selasa pagi WIB) dari penurunan tajam Jumat lalu, meskipun data manufaktur dan belanja konstruksi di Amerika Serikat melemah.

Indeks Dow Jones Industrial Average melompat 138,46 poin (0,92 persen) menjadi berakhir pada 15.254,03. Indeks S&P 500 naik 9,68 poin (0,59 persen) pada 1.640,42, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 9,45 poin (0,27 persen) menjadi 3.465,37.

Indeks pembelian manajer (PMI) manufaktur AS dari Institute for  Supply Management secara tak terduga merosot ke wilayah kontraksi pada Mei untuk pertama kalinya sejak November tahun lalu, dan Departemen Perdagangan melaporkan bahwa belanja konstruksi pada  April naik 0,4 persen, kurang dari setengah dari kenaikan yang diharapkan.

“Memburuknya data ekonomi mengurangi beberapa kekhawatiran seputar Federal Reserve yang kemungkinan memangkas pembelian aset dalam waktu dekat.” Demikian kata Charles Schwab & Co.

Namun, penjualan mobil AS yang lebih baik dari perkiraan pada Mei menunjukkan berlanjutnya kenaikan dalam industri otomotif.

Saham Ford naik 1,3 persen setelah melaporkan peningkatan 14 persen pada penjualan Mei dari setahun lalu. General Motors naik 1,6 persen karena peningkatan 3,1 persen tahun ke tahun dalam penjualannya.

Merck melompat 3,8 persen setelah pada Minggu mengumumkan hasil awal menggembirakan dalam percobaan terapi kanker yang menargetkan melanoma tingkat lanjut.

Intel melonjak hampir 4,0 persen. “Pembuat cip yang kesulitan ini mendapat dorongan dari kenaikan peringkat oleh FBR Capital Markets menjadi outperform,” kata Jon Ogg dari 24/7 Wall St.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi negara AS 10 tahun turun menjadi 2,13 persen dari 2,16 persen pada akhir Jumat, sementara pada obligasi 30 tahun jatuh ke 3,28 persen dari 3,31 persen. Harga obligasi bergerak terbalik terhadap imbal hasil.

Sumber : ANT, AFP
Editor : Erlangga Djumena, Kompas