Wall Street Masih Lanjutkan Penurunannya

By on August 20, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,280 kali
Wall Street

Wall Street Masih Lanjutkan Penurunannya

Wall Street – Saham-saham di Wall Street ditutup lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), melanjutkan tren penurunan mereka karena berita ekonomi biasa-biasa saja dan imbal hasil obligasi lebih tinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 70,73 poin (0,47 persen) menjadi ditutup pada 15.010,74.

Indeks berbasis luas S&P 500 kehilangan 9,77 poin (0,59 persen) menjadi 1.646,06, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq menyerah 13,69 poin (0,38 persen) menjadi 3.589,09.

Saham AS telah jatuh selama dua minggu berturut-turut karena data ekonomi membosankan, pendapatan ritel mengecewakan dan imbal hasil obligasi lebih tinggi akibat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera mengurangi program pembelian obligasinya.

“Di pasar tidak ada sesuatu yang benar-benar memacu pola pikir orang sejak mereka meninggalkan (perdagangan) Jumat,” kata Michael James, direktur perdagangan ekuitas Wedbush Securities, menambahkan bahwa volume perdagangan yang tipis juga menekan gerakan.

“Kami memiliki minggu kami terburuk dari minggu tahun lalu dan saya pikir sentimen berlanjut ke hari ini tanpa berita nyata atau aksi korporasi individu.”

James mengatakan data penting minggu ini dari Amerika Serikat, China dan zona euro bisa memacu pergeseran pemikiran pasar, termasuk wawasan baru dari risalah pertemuan Federal Reserve pada Rabu dan pertemuan tahunan Fed pada akhir pekan di Wyoming.

Bank-bank besar berada di antara saham-saham yang mengalami penurunan terbesar setelah sebuah laporan Federal Reserve mengatakan perusahaan perlu meningkatkan proses perencanaan modal mereka, termasuk akuntansi yang lebih baik untuk risiko keuangan.

Bank of America turun 1,9 persen, Citigroup kehilangan 2,0 persen dan JPMorgan Chase merosot 2,7 persen. JPMorgan juga menghadapi penyelidikan federal dalam praktik perekrutannya di China, kasus terbarunya dalam serangkaian pelanggaran peraturan.

Apple naik 1,1 persen menyusul laporan bahwa pihaknya telah meminta para pemasoknya yang berbasis di Taiwan untuk memulai pengiriman dua versi baru dari iPhone pada bulan depan, termasuk model berharga murah. Namun Apple menolak berkomentar.

Komponen Dow, Intel naik 1,7 persen setelah peringkat sahamnya dinaikkan oleh Piper Jaffray, yang menyatakan saham “oversold” karena ketakutan yang tidak beralasan bahwa pasar komputer pribadi akan menghilang.

Perusahaan minyak independen Apache turun 4,6 persen di tengah kekhawatiran kinerja keuangan perusahaan dapat terhalang oleh kekerasan yang melanda Mesir.

Harga obligasi terus menurun. Imbal hasil pada obligasi AS 10-tahun naik menjadi 2,88 persen dari 2,83 persen pada Jumat, sementara pada obligasi 30-tahun meningkat menjadi 3,90 persen dari 3,86 persen. Harga obligasi dan imbal hasil bergerak terbalik.

(Editor: Tasrief Tarmizi, AntaraNews)