Wajib Miliki Asuransi Kesehatan

By on February 4, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 3,222 kali

Wajib Miliki Asuransi KesehatanAsuransi – Sakit adalah salah satu risiko kehidupan yang tidak bisa diprediksi. Semua orang mengalaminya, tapi tak ada yang tahu kapan penyakit bakal tiba. Saat kita sakit, apalagi bila harus dirawat di rumah sakit, tentu butuh biaya yang besar. Belum lagi biaya perawatan di rumah sakit semakin lama semakin mahal.

Salah satu cara mengantisipasi kebutuhan besar biaya perawatan adalah memiliki asuransi kesehatan. Bahkan, dalam perencanaan keuangan, asuransi kesehatan menjadi menu wajib. “Kami sarankan agar semua orang memiliki asuransi keuangan,” imbuh Prita Hapsari Ghozie, Chief Financial Planner dari Zap Finance.

Selain asuransi kesehatan, para perencana keuangan juga menyarankan kepemilikan asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, diri, dan asuransi harta benda berupa asuransi rumah dan asuransi kendaraan.

Freddy Pieloor, perencana keuangan dari MONEYnLOVE, mengatakan, kelima jenis asuransi itu untuk memproteksi setiap keluarga atau pribadi dari kemungkinan terjadinya musibah. Keberadaan asuransi kesehatan, ungkap Freddy, sudah menjadi kebutuhan yang mutlak dimiliki oleh setiap keluarga atau pribadi. “Mahalnya biaya perawatan dan pengobatan bisa menguras investasi dan tabungan milik keluarga,” kata Freddy.

Sebelum Anda membeli asuransi kesehatan, periksalah keberadaan jaminan asuransi kesehatan dari tempat kerja Anda dan pastikan limit asuransi itu sudah memadai. Bila belum cukup memadai atau Anda seorang pebisnis, segera penuhi perlindungan kesehatan Anda dengan memiliki asuransi kesehatan sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda.

Secara umum, asuransi kesehatan menawarkan beberapa jenis benefit, antara lain untuk rawat inap (inpatient), rawat jalan (outpatient), melahirkan (maternity), perawatan gigi, dan kacamata. Untuk rawat jalan, melahirkan, perawatan gigi dan kacamata, akan sangat mahal bila individu membayar premi tersebut sendiri. “Biasanya kantor yang menyediakan fasilitas itu karena kalau nilainya besar bisa lebih murah,” kata perencana keuangan dari First Principal Financial Pte Ltd Singapura Fauziah Arsiyanti.

Pilih skema yang cocok

Kebanyakan financial planner menyarankan Anda memiliki asuransi kesehatan rawat inap. Tapi, seringkali calon nasabah masih bingung saat dihadapkan pada pilihan skema manfaat dari asuransi kesehatan.

Ada empat skema manfaat yang ditawarkan perusahaan asuransi. Pertama, inner limit dengan limit tahunan. Skema ini menerapkan batasan santunan per kasus atau kejadian dan batasan santunan per periode pertanggungan, biasanya batasan per tahun. Kedua, inner limit tanpa limit tahunan, dengan skema batasan santunan per kasus atau kejadian, namun tanpa batasan santunan per periode pertanggungan.

Ketiga, lumpsum dengan limit tahunan. Tawaran ini tidak menerapkan batasan santunan per kasus atau kejadian namun menerapkan batasan santunan per periode pertanggungan, biasanya batasan per tahun. Keempat, lumpsum tanpa limit tahunan yang tidak membatasi santunan tiap kejadian dan tiap periode pertanggungan.

Fauziah mengatakan, dari empat skema tadi, tentu calon nasabah bisa mendapat proteksi paling optimal pada skema keempat. “Tapi otomatis nasabah harus membayar premi lebih mahal,” kata Fauziah.

Lain lagi anjuran dari Prita. Dia menyarankan calon nasabah memiliki polis asuransi kesehatan dengan skema ketiga. “Ada limit tahunan tapi tidak membatasi per kejadian,” kata Prita.

Sedangkan Freddy mengakui dari empat skema itu ada plus dan minusnya masing-masing. Namun, dia lebih condong menyarankan Anda untuk memilih skema pertama atau ketiga.

Alasannya, Anda cukup membayar premi asuransi yang lebih ekonomis. Bila membeli produk tanpa limit, dia khawatir premi yang disetor nasabah akan terlalu mahal dan mubazir. “Jangan membeli perlindungan yang berlebihan dan tidak tepat sasaran,” kata Freddy.

Detail pilihan asuransi kesehatan tak berhenti di sini. Anda akan disodori tawaran asuransi yang berlaku seumur hidup (whole life) atau dalam jangka waktu tertentu (term life). Opsi tawaran asuransi whole life memastikan adanya perlindungan kesehatan buat Anda di hari tua nanti.

Keuntungan lainnya, ada nilai tunai polis walaupun sedikit di akhir masa kontrak. Namun, asuransi whole life mengharuskan Anda membayar premi yang lebih besar.

Adapun premi asuransi term life lebih murah dari whole life berikut uang pertanggungan yang lebih besar. Kelemahannya, asuransi term life tidak memiliki nilai tunai di akhir kontrak alias uang setoran premi Anda hangus.

Bila kondisi keuangan memungkinkan, Fauziah menyarankan Anda membeli asuransi kesehatan whole life. Namun, bila kemampuan terbatas, silakan memilih model term life. “Tapi, beli term life yang paling lama sekalian, yaitu 20 tahun. Baru bila nanti mau diperpanjang, Anda membeli whole life,” kata Fauziah.

Adapun Freddy hanya menyarankan Anda membeli asuransi term life berdurasi panjang 10 tahun atau 20 tahun sekaligus. Memang, premi term life berdurasi panjang lebih mahal dari term life yang tahunan. Tapi, dalam jangka panjang lebih ekonomis.

Dengan memiliki polis berdurasi panjang, perusahaan asuransi harus memiliki alasan yang kuat bila nanti harus menolak perpanjangan polis asuransi nasabah. “Kalau tahunan, bisa saja premi asuransi melonjak atau ditolak perpanjangannya,” kata Freddy.

Yang pasti, jangan sampai pembayaran polis asuransi justru mengganggu kondisi keuangan Anda sehari-hari. Prita menyarankan nilai premi Anda maksimal 5% dari penghasilan tahunan. Sedangkan Fauziah dan Freddy menyebut nilai premi ideal itu sekitar 5%-15% dari pendapatan bulanan Anda.

Untuk itu, sebagai poin terakhir, Anda harus mengetahui uang pertanggungan yang pas. Caranya, ungkap Freddy, tetapkan kelas ruang perawatan di rumahsakit yang nyaman dan pantas buat Anda. “Lalu cari produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan biaya kamar per malam saat dirawat di rumah sakit tersebut,” kata Freddy. Selamat memilih!

Silakan Saja kalau Fasilitas Kantor

Asuransi kesehatan tak hanya menawarkan manfaat rawat inap (inpatient) saja. Ada juga tawaran asuransi kesehatan untuk rawat jalan (outpatient), melahirkan, perawatan gigi, serta pembelian kacamata.

Pelayanan asuransi kesehatan untuk rawat jalan ini akan menutup biaya kunjungan ke dokter umum dan dokter spesialis. Pemilik polis asuransi kesehatan rawat jalan juga bisa mengklaim pemeriksaan laboratorium, fisioterapi, serta pembelian obat-obatan terkait.

Adapun perlindungan dari asuransi kesehatan melahirkan adalah semua biaya pelayanan pemeriksaan kehamilan, laboratorium, dan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Tak terkecuali biaya persalinan normal maupun dengan tindakan khusus dan pelayanan dalam kasus keguguran juga bisa dicover.

Sedangkan manfaat asuransi kesehatan untuk gigi, sesuai namanya, memberi proteksi atas pelayanan gigi dasar seperti tambal dan cabut hingga pembedahan gusi. Pelayanan untuk benefit kacamata seputar penggantian biaya pembelian lensa dan bingkai kacamata.

Perencana keuangan dari Zap Finance Prita Hapsari Ghozie menyarankan, bila mampu Anda membeli asuransi kesehatan outpatient. Tujuannya untuk melengkapi asuransi inpatient yang sudah dimiliki. Untuk asuransi melahirkan, Anda bisa membeli bila sudah merencanakan kehamilan minimal satu tahun sebelumnya. “Tapi punya inpatient dan outpatient saja sudah mencukupi,” kata Prita.

Sedang Freddy Pieloor, perencana keuangan dari MONEYnLOVE, berpendapat Anda cukup memiliki asuransi kesehatan inpatient. Asuransi ini perlindungan utama bila biaya pengobatan dan perawatan di rumahsakit membengkak.

Freddy melihat, biaya rawat jalan masih dalam range kemampuan keuangan pribadi. Begitu pula benefit kacamata, gigi, dan melahirkan itu adalah suatu bentuk risiko yang bisa dikelola sendiri. “Cukup siapkan dana khusus saja. Tapi, kalau itu fasilitas dari kantor, ya, terima saja,” kata Freddy. Pasti!

 

Sumber: KONTAN