Untuk Pertama Kali, Sebuah Tweet Bikin Wall Street Panik

By on April 24, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,600 kali

Untuk Pertama Kali, Sebuah Tweet Bikin Wall Street Panik

Wall Street mengalami peristiwa aneh yang pertama kalinya terjadi sepanjang sejarah pasar semalam (23/4). Bursa terhempas selama tiga menit saja. Dan penyebabnya tak lain adalah sebuah tweet dari akun @AP.

Pada pukul 01.07 siang kemarin, indeks S&P 500 sudah menanjak sekitar 1% ke 1.578. Namun tiba-tiba indeks acuan itu anjlok 0,93%.

Saham Exxon Mobil Corp., Apple, Johnson & Johnson, dan Microsoft Corp. langsung terpangkas sekitar 1%. Kejadian ini hanya berlangsung tiga menit sebelum akhirnya saham-saham itu rebound kembali. Walau cuma tiga menit, tapi jika dihitung dari kapitalisasi pasar S&P 500 yang sebesar US$ 14,6 triliun, penurunan tersebut menghapus sekitar US$ 136,5 miliar dari nilai indeks.

Penyebab horor sesaat itu adalah tweet ini:

ap_tweet_on_white_house

Pasar pun langsung panik mendengar dua ledakan terjadi di Gedung Putih dan melukai Barrack Obama. Aksi jual melanda Wall Street. Bersama S&P 500 yang jatuh, indeks Dow Jones pun seketika tenggelam 143 poin.

“Kami melihat penurunan besar di futures, segera sesudah headline AP Twitter Feed itu keluar melaporkan kejadian di White House. Berita itu menyebar segera namun kami menasihati klien bahwa tak ada konfirmasii dari White House atau media lainnya,” kata Dave Lutz, Head of Exchange Traded Fund Tranding & Strategy di Stifel Nicolaus &Co.

Tentu saja, twit itu ternyata palsu. AP menyatakan akun Twitter-nya telah dibajak. AP segera  menghapusnya begitu mengetahui apa yang terjadi. Horor di pasar berakhir.

Kisah sehari yang tak terlupakan di pasar AS itu pun berujung bahagia. Indeks Dow Jones ditutup naik 1,05% ke 14.719,46. Indeks S&P 500 menanjak 1,04% ke 1.578,78.

Pendorong kenaikan itu adalah laporan kinerja emiten yang positif, misalnya dari Netflix Inc. dan Travelers Co. Angka penjualan rumah baru AS juga terangkat.

“Sejauh ini musim kinerja keuangan cukup baik, namun kita masih harus melihat laporan kinerja lainnya. Kita masih berada dalam bull market namun jeda sejenak setelah reli di kuartal satu,” kata Mark Kravietz, Managing Director HighTower Advisors LlC. (Rika Theo, Kontan)