Untuk Mencegah Investasi Bodong, OJK Gencar Pasang Iklan di TV

By on April 2, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,614 kali
Investasi Bodong

Untuk Mencegah Investasi Bodong, OJK Gencar Pasang Iklan di TV

Maraknya investasi bodong saat ini, membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku salah satu otoritas di bidang investasi mulai gencar beriklan. Kali ini, OJK akan mulai gencar beriklan di televisi berupa iklan layanan masyarakat akan bahaya investasi bodong.

Hal itu dilakukan untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat mengantisipasi ‘terjerembab’ investasi bodong.

Kusumaningtuti Soetiono, Dekom Edukasi dan Lindung Konsumen OJK mengatakan, pihaknya akan mulai gencar mengiklankan soal investasi bodong di televisi yang rencananya akan tayang pada pertengahan April ini.

“Kita akan menerbitkan iklan layanan masyarakat di televisi. Saat ini sedang diproses, lagi dibuat, mudah-mudahan pertengahan April. Mulai minggu lalu sudah mulai iklan di radio-radio,” di Jakarta, Selasa (2/4/2013).

Melalui iklan itu, kata dia, pihaknya akan memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana berinvestasi yang aman. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif OJK sebagai salah satu pihak yang ikut bertanggung jawab terkait adanya investasi bodong yang saat ini masih terus terjadi.

Pihaknya juga mengaku sudah menggandeng beberapa otoritas seperti asosiasi pasar modal, lembaga perbankan dan non perbankan untuk ambil bagian dalam langkah ini.

“Sudah bertemu asosiasi pasar modal, perbankan, non perbankan, dan lain-lain bekerjasama untuk ini, mereka antusias,” terang Titu, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Titu menjelaskan, OJK bersama lembaga terkait akan terjun langsung untuk menggalakkan edukasi ke masyarakat soal investasi bodong melalui layanan publik di radio dan televisi. Paling tidak, kata dia, melalui iklan ini bisa mencegah terjadinya penipuan berkedok investasi.

“Paling tidak proses untuk waspada untuk tidak terperangah dengan iming-iming yang tinggi. Kalau ada iklan kan jadi sebagai pengingat, tidak buru-buru untuk langsung transaksi,” tandasnya. (Sumber detikfinance)