Uni Eropa Suntikkan Dana Segar Rp 3,77 Triliun ke RI

By on May 21, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,550 kali

Uni Eropa Suntikkan Dana Segar Rp 3,77 Triliun ke RI

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meluncurkan laporan tahunan kerjasama pembangunan antara Indonesia dan Uni Eropa. Laporan ini menunjukkan Uni Eropa serta negara anggotanya memberikan dana pembangunan lebih dari 300 juta euro atau setara Rp 3,77 triliun (kurs Rp 12.589 per euro) untuk Indonesia pada tahun lalu.

Menurut Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN, Julian Wilson, laporan tahunan yang dikenal dengan nama ‘Blue Book 2013’ menggambarkan dukungan Uni Eropa untuk Indonesia senilai lebih dari 300 juta euro di 2012.

“Yang disalurkan adalah ke sektor pendidikan senilai 115 juta euro, kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi sebesar 32 juta euro, sektor lingkungan hidup dan perubahan iklim sebesar 88 juta euro,” tuturnya dalam acara ‘New Report Highlights The Changing Nature of EU-Indonesia Development Cooperation’ di Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Adapun dana pembangunan tersebut digelontorkan pada sektor lain, yakni tata kelola yang baik 18 juta euro, bidang kesehatan, air dan sanitasi senilai 45 juta euro serta kesiapsiagaan bencana serta pencegahan konflik 6 juta euro. Laporan ini, kata Julian, menekankan pada perubahan bentuk kerjasama pembangunan.

“Blue Book 2013 memberi gambaran bagaimana bantuan yang diberikan memberi manfaat kepada masyarakat dan memberdayakan mereka sehingga mampu berkontribusi pada pembangunan negara. Serta menjadikan suara mereka sebagai penggerak perubahan,” ungkap dia.

Indonesia, lanjut Julian, telah berhasil mengurangi kemiskinan didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat dan membaiknya proses demokrasi.

“Indonesia jadi kekuatan ekonomi dan komersial baru dengan pertumbuhan tahunan yang tinggi dan diharapkan dapat melampaui 6%. Uni Eropa dan Indonesia merupakan mitra kuat yang bersama mencari solusi untuk menjawab tantangan global masa kini,” jelasnya.

Uni Eropa dan ke 27 negara anggotanya telah menjadi donor terbesar di dunia dengan menyediakan 53,5 miliar euro pada 2011 atau lebih dari separuh dana pembangunan global.

“Kami akan membicarakan status quo dan prospek masa depan kerjasama Uni Eropa dan Indonesia. Berfokus pada isu lingkungan dan perubahan iklim,” ujarnya. (Fiki Ariyanti, Liputan6 News)