Uni Eropa Batasi Bonus untuk Bos Perbankan

By on March 1, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,283 kali

Uni Eropa Batasi Bonus untuk Bos Perbankan

Uni Eropa menrancang berbagai cara untuk melindungi sistem perbankan dari ancaman krisis baru di masa depan. Di antaranya adalah dengan memperketat aturan soal pemberian, fasilitas, tunjangan dan insentif kepada pihak-pihak yang berkecimpung di dalamnya.
Otoritas Eropa akan membatasi jumlah pemberian bonus yang diberikan oleh bank-bank kepada petinggi perusahaan. Aturan yang rencananya mulai berlaku Januari tahun depan ini nantinya berisi pembatasan level bonus terhadap total gaji tahunan atau dua kali gaji sesuai restu pemilik saham mayoritas. Regulasi ini akan berlaku bagi seluruh perusahaan bank di Uni Eropa dan bank-bank luar yang beroperasi di wilayah Uni Eropa.

“Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mengurangi risiko jangka pendek di sektor perbankan,” urai Komisaris Eropa, Michel Barnier dalam sebuah konferensi pers. Pembatasan bonus hanyalah satu bagian dari paket aturan yang dirancang untuk melindungi kecukupan modal. Dengan begitu, bank-bank Eropa diharapkan bisa lebih tahan guncangan apabila sewaktu-waktu datang krisis finansial. Kepastian soal besaran likuiditas dan transparansi kebijakan menjadi senjata bagi bank-bank untuk menciptakan stabilitas bisnis jangka panjang.

“Pengetatan ini adalah untuk memastikan semua bank memiliki modal yang cukup, baik secara kuantitas maupun kualitas,” ujar menteri keuangan Iralandia, Michael Noonan, yang menjadi penengah negosiasi aturan antara menkeu negara Eropa dan Komisi Eropa. Otoritas memandang kebijakan ini mutlak diperlukan karena bank-bank sudah sejak lama sesuka hari dalam menggelontorkan bonus dan fasilitas bagi eksekutifnya. Beberapa bank bahkan terlalu boros dan mengabaikan kesehatan neraca sehingga ikut terperosok ke dalam krisis seperti yang dialami oleh bank-bank Spanyol. Untuk menjadi undang-undang, aturan perbankan yang baru harus diteken oleh mayoritas dari total 27 anggota Uni Eropa. Sejauh ini negara Inggris menentang rencana itu dengan alasan berpotensi mengurangi minat bankir-bankir untuk berkarir di negara Ratu Elizabeth. Beberapa bulan lalu, bank-bank sudah diinstruksikan untuk mengubah kebijakan insentif masing-masing sesegera mungkin. Ada yang mengulur waktu pembayaran bonus, menurunkan jumlahnya secara signifikan atau mematok angkanya sesuai gaji. Melalui aturan yang lebih nyata, Uni Eropa berharap reputasi perbankan sebagai tempat pencucian uang, aksi spekulatif dan penjualan produk-produk sampah bisa pudar seiring waktu berjalan.