Trik Trading Bitcoin Dengan Efektif

By on March 18, 2018 | Artikel ini Sudah di baca 370 kali
Trik Trading Bitcoin Dengan Efektif

Bitcoin merupakan salah satu aset yang paling heboh ditradingkan dua tahun belakangan. Nilainya sempat mengalami kenaikan luar biasa hingga ribuan persen dalam tahun 2017, kemudian anjlok pesat pada awal 2018, walau kini mulai menampakkan tanda-tanda kenaikan lagi. Oleh karenanya, meskipun trading Bitcoin memang menyimpan potensi besar, bukan berarti tak ada risiko kerugian sama sekali. Untuk bisa sungguh-sungguh mendapatkan keuntungan, berikut ini sekilas ulasan mengenai sejumlah trik trading Bitcoin yang efektif.

  • Pahami Bagaimana Teknologi Blockchain Bekerja.

Blockchain merupakan teknologi yang mendasari perkembangan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Pada prinsipnya, teknologi ini mirip dengan Google Doc, dimana satu file dapat ditulisi oleh banyak pihak di saat bersamaan, sekaligus menyimpan revisi versi terakhirnya. Setiap transaksi Bitcoin akan tercantum dalam file tersebut, disimpan, dan selanjutnya pihak lain bisa menuliskan transaksi berikutnya dalam file yang sama.

Inilah yang membuat Blockchain menjadi transparan, serta nyaris tak mungkin ada kesenjangan catatan karena hacking. Namun, hal ini juga membuatnya memiliki sejumlah kelemahan seperti dibutuhkannya software canggih dan daya listrik besar untuk memproses catatan. Karena hal ini pula maka negara-negara (pemerintah) sulit untuk melakukan pemantauan. Tergantung pada kelemahan atau keunggulan yang sedang ramai menjadi bahan perbincangan, dampaknya terhadap harga Bitcoin bisa cukup besar, sehingga trading Bitcoin yang efektis harus pula memperhatikan berita-berita seputar teknologi Blockchain.

  • Mengetahui Macam-Macam Kripto Besar Selain Bitcoin.

Bitcoin merupakan mata uang kripto terbesar saat ini, dengan pangsa pasar sekitar setengah dari total pasar kripto. Namun, itu tidak berarti mata uang kripto lain lebih buruk. Justru, banyak kripto baru diciptakan dengan mempertimbangkan kelemahan Bitcoin, atau dengan kata lain dimaksudkan sebagai “versi yang lebih baik”, misalnya Bitcoin Cash, Ethereum, Ripple, dan Litecoin.

Baca juga : Apa Sih Beda Trading Forex vs Bitcoin

Dilihat dari dinamika pergerakan harga dalam enam bulan terakhir, ada kecenderungan penyusutan pangsa pasar Bitcoin, dengan diikuti oleh kenaikan pangsa pasar kripto lain. Umpamanya ketika harga Bitcoin anjlok pada bulan Desember 2017, nilai Ripple justru melonjak hingga ia berhasil menggantikan Ethereum untuk duduk di peringkat dua kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar setelah Bitcoin.

  • Pelajari Grafik Harga Bitcoin, Perhatikan Tren.

Meskipun Bitcoin merupakan sebuah teknologi baru dengan potensi tinggi, tetapi tidak lantas berarti harganya pasti naik terus. Saat trading Bitcoin, lihat grafik harga dan gunakan indikator pemantau tren. Akan nampak bahwa pergerakannya naik-turun. Karenanya, kita perlu memperhatikan apakan tren harga sedang turun atau naik, agar bisa trading Bitcoin dengan efektif.

Contohnya pada grafik BTC/USD dengan timeframe Daily di atas. Kita masukkan indikator Moving Average dengan period 100 dan 200 sebagai pemantau tren. Saat ini harga Bitcoin berada di atas garis MA-200, sehingga mengindikasikan bahwa tren harga Bitcoin untuk jangka panjang sudah berbalik menjadi naik lagi. Namun, harga Bitcoin masih di bawah garis MA-100, sehingga dimungkinkan akan ada koreksi turun lagi dalam jangka pendek.

Apabila di masa depan ternyata harga Bitcoin turun hingga menembus garis MA-200 ke bawah, maka itu menandakan tren menurun (bearish) dalam jangka panjang. Ketika hal ini terjadi, maka merupakan peringatan bagi semua pelaku trik trading Bitcoin agar jangan membeli. Tunggu hingga harga naik ke atas MA-200 lagi, baru beli lagi.

Trik trading Bitcoin ini cukup efektif untuk menghindari kerugian yang tidak perlu. Selain itu, kita juga bisa menggunakan Moving Average bersama indikator teknikal lainnya, seperti Oscillator, RSI, ataupun ADX.