Trik dan Cara Mengatur Keuangan Pasca Perceraian

By on March 21, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 358 kali

Perencanaan Keuangan – Bagaimana cara mengatur keuangan pasca perceraian? Pertanyaan ini mungkin saja muncul di benak Anda setelah terjadinya perceraian. Perceraian tak hanya memberikan dampak sakit hati maupun kondisi emosional serta kejiwaan anak terganggu. Sering kali terjadinya perpisahan suami istri ini menyebabkan dampak masalah keuangan, biasanya problem finansial ini dialami oleh kebanyakan wanita yang sudah bercerai. Di mana mereka kesulitan mengelola aset dan nafkah yang berasal dari sang mantan suami. Apalagi bagi Anda yang sebelumnya hanya menjadi ibu rumah tangga, tentu sangat dihindari pengelolaan keuangan yang buruk demi masa depan buah hati Anda nantinya.

Tips Mengatur Keuangan Pasca Perceraian

Saat Anda tengah memutuskan untuk bercerai, hal ini berarti bahwa Anda kini tak lagi memperoleh gaya hidup lama Anda. Di mana kini saatnya untuk memisahkan emosi serta membuat keputusan finansial yang cerdas pasca perpisahan bersama suami. Ada beberapa cara mengatur keuangan pasca perceraian yang perlu dilakukan demi perencanaan finansial ke depannya seperti berikut ini :

  1. Pisahkan Anggaran Bulanan dan Anggaran Tahunan Rutin
    Jika mantan istri beserta anak memperoleh santunan dari sang mantan suami, tentunya dana tersebut dijadikan sebagai sumber penghasilan demi membiayai kebutuhan hidup secara rutin. Dalam hal ini wajib dicatat, bahwa biaya hidup yang rutin hanya mencakup biaya untuk listrik dengan pemakaian wajar, biaya untuk makan harian, serta biaya sekolah tiap bulannya. Adapun pengeluaran lainnya bersifat sebagai gaya hidup, contohnya biaya berlibur, biaya untuk pembantu rumah tangga maupun yang lainnya tentu diperoleh berdasarkan hasil kerja atau lewat tabungan.
  2. Anggaran Tunjangan
    Saat masih menikah, terdapat salah satu dari pasangan yang tak bekerja dengan waktu yang lama, dengan begitu ia pun akan memperoleh tunjangan beserta sebagian dari aset. Namun, tunjangan tersebut pula tak bersifat selamanya serta berakhir saat penerimanya telah menika kembali. Adapun terkadang penjanjian akan penerimaan tunjangan tersebut dapat dinegosiasikan lagi. Namun tentunya Anda tidak terlalu mengandalkan hal tersebut. Penghasilan dari sang mantan pasangan kemungkinan bisa saja akan menurun. Dengan begitu penerima tunjangan mesti merencanakan keuangan jika sewaktu-waktu masa pembayaran tunjangan pun telah berakhir.
  3. Memeriksa Dana Darurat
    Anda harus memeriksa dana darurat yang Anda miliki, apakah memadai untuk bisa menunjang biaya hidup secara rutin ataukah tidak paling tidak selama 6 bulan pertama setelah perceraian berlangsung. Untuk Anda yang mencoba untuk bertahan atau tengah mempersiapkan perceraian bisa menghitung jumlah tabungan Anda yang dibutuhkan setelah perceraian berlangsung.
  4. Membuat Rencana Keuangan Ulang
    Bagi Anda yang sudah mempunyai anak, maka harus menghitung kembali berapa jumlah dana pendidikan. Di samping itu, Anda juga bisa melakukan revisi tujuan finansial sebelumnya yang direncanakan ketika masih berstatus suami istri.
  5. Hentikan Penggunaan Produk Keuangan
    Hal yang tak boleh Anda lupakan ketika merencanakan keuangan pasca perceraian adalah dengan menghentikan penggunaan beberapa produk keuangan, seperti rekening tabungan, polis asuransi jiwa, kartu kredit dan dana pensiun. Rekening tabungan harus ditutup segera bila Anda mempunyai buku rekening tabungan dengan mengatasnamakan suami istri atau joint account sesudah penyelesaian proses harta gono-gini antara suami istri pun selesai. Pastikan Anda membuat produk keuangan yang baru kembali atas nama diri sendiri.

Pada tahun pertama pasca perceraian, ada baiknya Anda harus menunda segala rencana yang tak begitu dibutuhkan, misalnya liburan ke tempat-tempat mahal dan menarik maupun membeli produk-produk yang sifatnya untuk gaya hidup. Demikian ulasan mengenai cara mengatur keuangan pasca perceraian!

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty