Tips Mendeposit Uang Tunai

By on June 22, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 526 kali

Edukasi – Dalam dunia investasi, deposito uang tunai itu ibarat berlibur ke pantai terdekat, yang rutin Anda lakukan selama bertahun-tahun. Anda tahu apa yang Anda akan jumpai. Risiko atau kejutannya pun relatif kecil.

Di sisi lain, pengembalian deposito boleh jadi tak terlalu besar. Pengembalian deposito uang tunai bervariasi, tergantung negaranya, tapi 0 hingga 4 persen per tahun lazim ditawarkan di kawasan Asia Pasifik.

Yang menyenangkan dari deposito uang tunai, Anda bisa memperoleh pengembalian berlipat ganda. Kalau bunga yang dihasilkan tidak dihabiskan, Anda akan memperoleh pengembalian dari pengembalian–makin lama jangka waktunya, makin besar hasil akhirnya.

Anda juga lebih mudah memperoleh uang tunai dari deposito ketimbang dari investasi lainnya. Dan kecuali bank ditutup atau bangkrut, risiko kehilangan uang relatif kecil.

Tapi ingat, bank–sama seperti perusahaan lain–bisa juga mengalami kesulitan keuangan. Untuk melindungi pendeposit, sejumlah negara memperkenalkan sistem asuransi deposito. Indonesia, Hong Kong, dan Singapura termasuk sederet negara yang, sejak krisis keuangan 2008, menjanjikan jaminan deposito.

Tip untuk Pendeposit Uang Tunai

1.  Waspadai biaya bank. Boleh-boleh saja Anda ”membeli” kenyamanan, tapi pastikan uang Anda tidak ludes karenanya! Biaya penarikan uang lewat anjungan tunai mandiri (ATM), biaya saldo minimum, dan biaya-biaya lain menggerogoti deposito Anda. Hati-hati.

2.  Waspadai inflasi. Inflasi bisa menumbangkan bunga deposito. Perhatikan tingkat inflasi tahunan di negara Anda, apakah besarnya lebih tinggi ketimbang yang dibayarkan bank untuk deposito Anda? Biasanya sih iya. Di Australia tingkat inflasi bahkan bercokol di atas bunga deposito selama bertahun-tahun.

3.  Pilah-pilah beragam rekening, pilih yang bersuku bunga terbaik. Deposito berjangka biasanya menawarkan pengembalian terbesar, tapi Anda harus mengendapkan uang selama setidaknya 3 – 6 bulan atau lebih. Kalau suku bunga jatuh sebelum deposito jatuh tempo, Anda aman. Tapi kalau suku bunga naik, Anda menerima suku bunga yang ditetapkan pada pembukaan rekening, bukan yang baru. Suku bunga itu berlaku sampai deposito jatuh tempo, bahkan kalaupun Anda bisa memperoleh suku bunga lebih baik di bank lain.

4.  Beda bank, beda suku bunga. Bank menggunakan metode berbeda untuk menghitung suku bunga yang mereka tawarkan. Mintalah persentase hasil tahunan untuk tiap rekening. Dengan begitu Anda bisa membandingkan suku bunga beberapa bank, dan memilih yang terbaik.

5.  Kadang penawaran bukan suku bunga belaka. Bank bisa saja menawarkan manfaat lain untuk memikat Anda. Bukan, bukan undian berhadiah Mercedes E200. Mungkin pemrosesan cek gratis, lengkap dengan buku cek. Kalau memang bank sangat ingin Anda buka rekening, kenapa tidak?

6.  Anda bisa mendepositkan uang tanpa bank. Sejumlah institusi keuangan punya produk yang mirip dengan deposito bank. Rekening manajemen tunai dari pialang, misalnya. Atau reksadana pasar uang dari manajer reksadana. Ada pula rekening-rekening online tanpa kantor cabang dan relationship manager. Suku bunga yang ditawarkan mungkin lebih tinggi, tapi layanan tatap muka sangat sedikit atau bahkan sama sekali tidak ada.

 

Sumber: mywealth.co.id

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty