Tips Membeli Rumah Bekas Untuk Bisnis Jual Beli Properti

By on October 26, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 360 kali

Investasi Properti – Terjun dalam bisnis properti yang menjanjikan keuntungan besar tidak harus dilakukan dengan membangun properti sendiri dari lahan kosong. Ada cara lain yang lebih praktis namun tidak kalah menguntungkan yaitu dengan melakukan jual beli rumah bekas. Keuntungan yang didapat adalah selisih harga beli rumah bekas yang ditambah modal untuk perbaikan rumah, dengan harga jual rumah kepada konsumen. Cara ini lebih praktis dan Anda tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak karena bisa Anda lakukan sendiri. Berikut adalah beberapa tips membeli rumah bekas yang bisa dijual kembali.

Rumah yang tidak terlalu tua tetapi sudah kusam

Membeli rumah bekas yang sudah tua berarti Anda harus melakukan perbaikan besar-besaran karena struktur bangunan yang mesti banyak diganti. Jika Anda punya modal besar dan yakin rumah akan terjual dengan harga yang lebih tinggi hal ini tidak menjadi masalah, namun bagi yang modalnya terbatas maka sebaiknya pilih rumah dengan usia di bawah 15 tahun tetapi catnya sudah tidak menarik. Anda tinggal mengecat ulang dan melakukan perbaikan kecil di sana sini untuk membuatnya lebih modern kemudian jual dengan harga yang menguntungkan.

Hindari lokasi dataran rendah

Agar tidak repot melakukan banyak perbaikan atau bahkan harus membongkar rumah, hindari membeli rumah bekas yang berlokasi di dataran rendah, daerah rawa, atau daerah yang rawan banjir. Harga rumah di daerah tersebut memang lebih murah, tetapi juga sulit dijual karena lokasi yang tidak menguntungkan. Agar rumah bisa lebih tahan banjir dibutuhkan biaya yang besar untuk renovasi, termasuk meninggikan pondasi. Bahkan rumah yang jarak plafon dengan lantai terlalu dekat sehingga mau tidak mau rumah harus dibongkar.

Legalitas jelas

Mengurus legalitas atau surat-surat kepemilikan rumah dan tanah membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu perhatikan kelengkapan surat-surat legalitas yang menyatakan kepemilikan yang sah pada rumah pilihan Anda. Pada umumnya terdapat dua jenis sertifikat kepemilikan yaitu sertifikat hak milik dan sertifikat hak guna bangunan. Pada SHM, sertifikat ini bersifat abadi tetapi harus Anda lakukan balik nama atas nama Anda kemudian nantinya balik nama lagi menjadi nama pembeli. Sedangkan HGB merupakan hak milik yang bersifat sementara dengan jangka waktu tertentu. Agar Anda tidak rugi, lakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran kepemilikan rumah yang sah.

Bukan rumah sengketa

Selain memastikan kelengkapan surat kepemilikan, Anda juga harus memastikan rumah yang hendak dibeli bukan rumah yang sedang disengketakan. Rumah sengketa contohnya adalah rumah yang statusnya disita oleh bank karena urusan utang piutan, rumah yang didirikan di atas tanah milik pemerintah atau milik orang lain, rumah yang sedang dalam proses sengketa warisan, dan sengketa lainnya. Jika salah membeli rumah sengketa, bisa jadi tanggung jawab sengketa dilimpahkan kepada Anda karena Anda adalah pemilik yang sah.

Lingkungan sekitar yang layak huni

Konsumen tidak hanya mencari rumah yang cocok sebagai tempat tinggal tetapi ia juga “membeli” lingkungan sekitar lokasi rumah. Rumah dengan lokasi yang jauh dari fasilitias umum, akses air dan listrik sulit, lingkungan yang kumuh dengan kehidupan bertetangga yang tidak sehat akan menurunkan nilai jual rumah. Membeli rumah bekas dengan lingkungan yang baik memang lebih mahal tetapi harga jualnya juga menguntungkan. Maka dari itu saat memilih rumah untuk dibeli dan dijual kembali perhatikan dan perhitungkan kelebihan dari lingkungan lokasi.