Tips Jika Anda Kesulitan Bayar KTA

By on September 15, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 462 kali

Perencanaan Keuangan – Semakin bertambah banyaknya kebutuhan, di saat penghasilan masih tidak tetap, membuat roda perekonomian tidak stabil. Adanya kebutuhan mendesak dalam jumlah yang besar, seperti biaya rawat rumah sakit, biaya masuk sekolah, dan biaya mendesak lainnya, membuat produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) menjadi banyak digunakan masyarakat, khususnya yang tidak mempunyai aset untuk jaminan kredit di bank.

Waktu pelunasan KTA sendiri cukup singkat, rata-rata maksimal tiga tahun. Masa kredit yang singkat itu juga yang menyebabkan cicilan menjadi cukup besar. Hal ini bisa menimbulkan masalah bagi Anda yang tidak dapat membayar tepat waktu. Karena hal tersebut, akan memberi konsekuensi seperti di masuk dalam daftar blacklist Bank Indonesia.

Jika sudah begitu, Anda akan mengalami kesulitan jika ingin mengajukan pinjaman berikutnya. Supaya terhindar dari masalah tersebut, maka ada empat hal yang bisa dipertimbangkan untuk membayar Kredit KTA.

1. Ambil kredit lain

Kredit Tanpa Agunan merupakan pilihan favorit untuk sebagian besar orang yang membutuhkan dana yang cukup besar dalam waktu yang mendesak tanpa perlu ada jaminan. Namun, setelah berjalan beberapa waktu, mereka kebanyakan baru tahu besarnya suku bunga pinjaman ini.

Dengan cicilan yang besar dan masa tenor yang pendek, sebagian orang akan mengalami kesulitan ketika melunasi hutangnya. Salah satu solusi dari masalah ini adalah dengan mencari kredit lain untuk membayar hutang.

Sayangnya, untuk solusi yang satu ini, kami sangat tidak menyarankan untuk dilakukan. Kenapa? Karena dengan melakukannya, sama saja Anda menutup lobang dengan membuat lobang yang lain, atau “gali lobang tutup lobang”. Kalau sudah begitu, utang yang dimiliki tidak akan pernah selesai.

2. Pakai kartu kredit

Uang tak ada, sementara tabungan sudah mulai habis, bagaimana mau membayar utang KTA? Untuk mengatasi masalah ini, ada satu solusi yang sering dilakukan orang. Yaitu, dengan menggunakan kartu kredit guna membayar cicilan.

Memang, pada dasarnya kartu kredit digunakan dalam transaksi belanja, namun orang juga bisa menggunakannya untuk melunasi kredit jangka pendek. Sehingga, sampai ada orang yang mempunyai lebih dari satu kartu kredit untuk melunasi pinjaman.

Namun, sama seperti solusi nomor satu, sebaiknya hal tersebut jangan Anda lakukan. Sebab, ini sama saja dengan mengganti utang yang satu dengan yang lain. Bukannya mengurangi masalah, justru ke depannya hal ini bisa menambah masalah di keuangan Anda.

3. Jual aset investasi

Solusi lain yang sering dilakukan orang-orang untuk membayar utang KTA adalah dengan menjual asetnya. Ya, hal ini sebenarya sudah cukup umum dilakukan, terutama oleh orang yang sudah tidak memiliki dana lagi.

Memang, hal ini bisa dibilang sebagai solusi paling jitu dalam melunasi utang. Namun, pikirkan kembali, sebab penjualan aset seharusnya menjadi cara paling terahir untuk membayar utang.

Ada baiknya, sebelum melakukan cara ini, Anda memulainya dengan berkonsultasi dengan keluarga, atau orang terdekat lain. Siapa tahu, mereka bisa memberi solusi yang lebih baik.

4. Sistem top up

Ini adalah sistem memberikan pinjaman baru kepada nasabah yang mempunyai riwayat baik selama pembayaran tagihan, dengan syarat melunasi pinjaman sebelumnya. Misalkan suku bunga tahun ini turun satu persern dari tahun kemarin, bank akan menawarkan fasilitas top up kepada Anda.

Apabila bersedia, maka akan mendapat pinjaman baru dengan suku bunga yang lebih rendah dari pinjaman lama Anda. Dalam kaitannya dengan pembayaran utang, apabila mendapat top up, pinjaman baru ini akan dipotong untuk melunasi lama, sesuai dengan sisa pinjaman lama.

Jadi, Anda hanya menerima sisa dari pinjaman baru yang sudah dipotong, dengan suku bunga dan waktu pelunasan yang berlaku saat pengajuan tersebut.

Jadi, apa solusi Anda?

Sebenarnya, kami tidak melarang Anda untuk melakukan beberapa cara yang dianggap tidak dianjurkan sebelumnya. Namun, semuanya kembali lagi kepada Anda, karena setiap orang tentu memiliki solusi berbeda atas segala masalah keuangan yang dialaminya.

Cobalah untuk berdiskusi dengan orang terdekat. Siapa tahu mereka bisa membantu menemukan solusi yang lebih baik.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh Cermati