Tips Bagaimana Cara Mengakali Otak Anda Agar Bisa Menabung

By on May 8, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 4,283 kali

Perencanaan Keuangan – Ketika membuat sebuah pilihan, pastinya Anda menginginkan hal-hal yang lebih baik.

Pendapat itu adalah asumsi dari teori pemilihan rasional. Teori tersebut, meyakini bahwa seorang individu bertindak untuk memaksimalkan keuntungan pribadi yang bisa mereka dapatkan.

Teori pemilihan secara rasional (rational choice theory) menemukan jalan menuju diktat ekonomi, terkait tindakan manusia dalam melakukan pilihan ekonomi dan menggaris bawahi bahwa setiap keputusan yang dipikirkan secara matang supaya pengambil keputusan mendapatkan keuntungan maksimal dari apa pun yang dilakukan.

Namun, pada kenyataannya kita tidak selalu bersikap rasional setiap waktu.

Kalau teori pilihan rasional itu benar, semua orang akan pergi ke bank untuk menabung dan memiliki jumlah tabungan yang banyak, karena itu adalah hal yang logis untuk dilakukan.

Tapi pada kenyataannya, kita masih bisa melihat banyak orang hidup dari kegiatan “gali lubang tutup lubang“.

Bahkan, dengan kondisinya yang seperti itu, masih banyak orang yang pergi bersenang-senang ke kafe, atau bahkan pergi berjudi dan mempertaruhkan banyak uang, meskipun kecil sekali peluang mereka untuk menang dan mendapatkan uang.

Seringkali kita mengedepankan perasaan, atau insting kita dalam mengambil keputusan. Untuk itu, seringkali kita membeli sesuai dengan dorongan emosi.

Itulah, mengapa iklan di TV seringkali muncul dalam wujud memengaruhi emosi Anda, terutama untuk membeli sebuah barang.

Jadi, bagaimana kita mengakali otak kita, sehingga mau untuk menyimpan uang dan tidak terbawa emosi, atau dorongan ingin membeli secara impulsif? Mari kita intip beberapa riset yang berkaitan dengan hal ini:

Test Marshmallow dan mengontrol diri

Tes Marshmallow adalah eksperimen yang dilakukan pada tahun 1960-an, di mana anak-anak yang mengikuti penelitian ini diberikan sebuah marshmallow dan diberikan pilihan untuk memakan marshmallow itu sekarang, atau mendapat tambahan satu marshmallow lagi, jika mereka menunggu 15 menit dan tidak memakan marshmallow pertama saat itu juga.

Tentu saja, beberapa anak tidak menunggu sampai 15 menit untuk mendapat dua marshmallow, yang mana menjadi suatu pukulan bagi teori pilihan rasional.

Studi lanjutan beberapa tahun kemudian menunjukkan bahwa mereka, anak-anak yang mempunyai kontrol diri bagus dan menunggu 15 menit kemudian untuk mendapat dua marshmallow, mempunyai performa lebih baik secara sosial dan kognitif.

Anak-anak yang bisa mengontrol diri mereka juga mempunyai gaya hidup yang lebih sehat.

Visualisasikan hadiah masa depan

Jadi, bagaimana kita mengakali otak untuk lebih mempunyai kontrol diri dan mendapat hadiah di masa depan?

Visualisasikan masa depan Anda, di mana Anda menikmati hasil yang Anda perjuangkan. Ini bisa menjadi salah satu motivasi Anda untuk menyimpan uang.

Gambarlah dalam pikiran Anda bayangan kesuksesan di masa depan. Menggambarkan apa yang Anda inginkan bagi diri Anda, saat pensiun juga dapat memotivasi Anda untuk menyimpan dana pensiun.

Atau, jika Anda menabung untuk membayar uang muka, atau down payment untuk rumah baru, coba visualisasikan di masa depan anak-anak Anda bermain di kamar mereka.

Visualisasi ini dapat membantu Anda untuk mengontrol diri dan menabung.

Tundalah

Penundaan sering kali hal yang buruk, terutama ketika Anda memiliki deadline, alias tenggat waktu. Tetapi, penundaan juga bukan hal yang buruk jika Anda berencana membeli sesuatu.

Mengambil waktu berpikir, ketika membeli sesuatu yang tidak begitu penting dapat membantu pikiran logis Anda untuk menang daripada emosi sesaat.

Misalnya, Anda jatuh cinta pada sepasang sepatu high heels, cobalah tunggu beberapa saat dengan tidak membeli sepatu yang Anda inginkan hari itu juga.

Alih-alih datanglah dua minggu kemudian, lihatlah apakah Anda masih “jatuh cinta” dengan sepatu tersebut dua minggu kemudian.

Bahkan, membatalkan perjalanan ke mal, atau pusat perbelanjaan dapat menolong Anda untuk menghalau godaan membeli sepatu tersebut.

Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki saat ini!

Sering kali, kita membeli barang-barang untuk merepresentasikan diri kita. Kita memilih untuk membeli barang bermerek dengan harga yang lebih mahal, ketimbang membeli barang yang lebih murah dan terjangkau dengan kocek Anda.

Hal ini, karena barang tersebut terlihat lebih menarik bagi orang-orang di sekitar Anda.

Coba paksa diri Anda sendiri untuk melihat nilai dari barang-barang yang sudah Anda miliki saat ini. Ini, tentunya akan membuat Anda lebih bersyukur dan mengikuti keinginan, alias banyak mau untuk hal-hal yang membuat Anda membelanjakan uang lebih banyak.

Berterima kasihlah atas berkah yang Anda terima selama ini. Dengan melakukan ini, Anda dapat melihat nilai yang sebenarnya dari hidup dan apa saja yang sudah Anda miliki saat ini.

Apakah, Anda sudah siap untuk membelanjakan lebih sedikit dan berhemat lebih banyak?

 

Artikel ini dipersembahkan oleh HaloMoney