Tips Agar Gaji Tak Hanya Numpang Lewat

By on July 31, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 600 kali

Perencanaan Keuangan – Akhir bulan merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu sebagian pekerja yang menerima upahnya tiap akhir bulan. Namun, apakah gaji tersebut hanya numpang lewat atau habis untuk membayar utang-utang Anda? Dibutuhkan pengaturan keuangan untuk membatasi pengeluaran Anda. Pengaturan keuangan memang membutuhkan usaha. Terlebih bagi Anda yang masih memiliki banyak biaya yang harus dibayar setiap bulan, sejumlah utang yang belum lunas, atau tagihan-tagihan besar lainnya.

Namun, apa pun alasan Anda, jika tidak memulai bertindak untuk mengatur keuangan sejak sekarang, maka kapan lagi Anda memulai? Coba saja ikuti saja tujuh cara ini agar Anda tidak selalu boros dan bokek setiap bulan.

1. Punya tujuan anggaran

Tetapkan dulu tujuan Anda terlebih dahulu sebelum membuat anggaran. Tetapkan sejumlah uang yang ingin ditabung dalam satu bulan, kemudian alokasikan anggaran pengeluaran berdasarkan uang yang tersisa. Pendekatan ini lebih mudah dilakukan dibanding menganggarkan masing-masing pengeluaran berdasarkan masing-masing kategori.

2. Punya catatan

Apa yang harus dilakukan pada poin ini adalah tuliskan semua jenis pemasukan baik gaji rutin bulanan, komisi, atau pemasukan lain. Kemudian, sisihkan jumlah yang ingin Anda tabung setiap bulan. Idealnya minimal 10 persen dan zakat 2,5 persen.

Selanjutnya, kurangi sisanya dengan pengeluaran bulanan seperti pelunasan utang, biaya listrik dan air, cicilan mobil, bensin, belanja bulanan, dan lainnya.

3. Punya perhitungan

Saat mulai melakukan pencatatan keuangan, Anda akan menemukan berbagai kategori pengeluaran sesuai dengan tujuan penggunaannya. Baik untuk tujuan penggunaan pribadi, pekerjaan, dan keluarga.

Contohnya adalah pengeluaran untuk transportasi. Pengeluaran transportasi dapat memiliki tujuan penggunaan untuk keperluan pribadi dan pekerjaan. Nah, akan membingungkan bila pengeluaran ini dikelompokkan menjadi satu.

Ada beberapa aplikasi digital pengaturan keuangan banyak yang telah memiliki pengategorian pengeluaran ini. Sebab, Anda akan bingung bila pembukuan yang digunakan masih menggunakan cara manual atau dengan menggunakan data excel.

4. Pisahkan keinginan dan kebutuhan

Mulailah menganalisa apa saja yang masuk dan keluar dari anggaran keuangan. Karena dengan begitu Anda akan mulai melihat alur pengeluaran yang memang penting atau tidak penting sama sekali.

Pengeluaran yang tidak penting itu biasanya dipicu dari pengaruh emosional. Dengan adanya laporan pencatatan tersebut, maka akan terlihat dengan jelas mana pengeluaran yang berdasarkan kebutuhan dan keinginan (emosional). Jadi, di bulan berikutnya Anda dapat lebih bijak dalam menghindarinya.

Anda juga dapat mengikuti saran Warren Buffet yang mengatakan, “Bila hal tersebut bukanlah hal yang terpenting dalam hidup Anda, hindari bagaimanapun caranya”.

5. Punya strategi pengeluaran

Ketika sudah dapat memetakan mana saja pengeluaran yang dipicu karena masalah emosional, maka dari data tersebut Anda bisa membuat strategi. Misalnya dalam satu minggu cukup makan di restoran satu kali, atau nonton cukup 2 minggu sekali.

Cari cara untuk memetakan pengeluaran-pengeluaran yang menyebabkan pemasukan Anda bocor setiap harinya. Bahkan dengan menghemat pengeluaran hanya Rp10 ribu – Rp20 ribu setiap hari, Anda dapat memberikan perubahan secara signfikan setiap bulannya.

6. Punya waktu memanjakan diri

Walau sudah ketat atur pengeluaran, jangan korbankan semuanya. Sesekali cobalah untuk mencari hiburan sebagai obat stres dan langkah untuk meningkatkan produktivitas. Anda memang sedang menabung dan berhemat, tapi bukan artinya tidak dapat bersenang-senang sama sekali.

Anda bisa alokasikan bujet untuk melakukan pijat atau menonton film favorit setiap bulan atau dua minggu sekali. Anggaplah kegiatan ini sebagai hadiah bagi diri Anda sendiri.

7. Punya kejujuran

Semua perencanaan akan berjalan dengan baik jika Anda dengan jujur dan obyektif menuliskan semua pemasukan dan pengeluaran yang dimiliki. Memanipulasi data sama saja mencurangi hidup sendiri. Akan ada masa di mana Anda tiba-tiba membutuhkan dana yang besar.

Menabung dan memiliki persiapan terhadap hal tersebut akan membantu Anda melewati masa-masa sulit.

 

Sumber: cekaja.com